Senin, 02 April 2012

PROPOSAL EVALUASI SARANA



KATA PENGANTAR

Dalam suatu proses belajar mengajar, sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu penunjang suatu proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua perangkat atau fasilitas atauperlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung dipergunakanuntuk menunjang proses pendidikan dan demi tercapainya tujuan, khususnyaproses belajar mengajar, seperti gedung, ruang, meja kursi, alat-alat mediapengajaran, ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktek keterampilan, sertaruang laboratorium dan sebagainya.Masalah pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor yang penting terhadap proses belajar mengajar. Untuk itu fungsi dan peranansekolah, guru, siswa dan personel sekolah memanfaatkan sarana dan prasaranapendidikan ini agar benar-benar menentukan keberhasilan proses belajar yang efektif. 
Seorang siswa dalam melakukan aktivitas belajar memerlukan adanya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasi belajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yangmaksimal, tentunya perlu diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan parasiswa untuk belajar dengan efektif. Hal tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana penunjang, yaitu faktor sarana dan prasarana pendidikan  dan dapat memanfaatkannya dengan tepat dan seoptimal mungkin. Dengan demikian, siswa akan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar dengan sungguh-sungguh sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Dan dapat menghasilkan prestasi belajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu kegiatan manusia dalam menjalani kehidupan adalah belajar, karena belajar terjadi dari lahir hingga akhir hayat. Belajar merupakan suatu proses yang tidak akan pernah berhenti selama manusia itu hidup di bumi. Tidak akan pernah ada manusia yang mendapat sukses tanpa melalui proses belajar, karena di dalam belajar inilah kita akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang baru. Setiap situasi belajar akan dihadapi oleh seseorang yang belajar sebagai akan berbeda setiap hari, maka pelajaran atau permasalahan yang dihadapi akan berbeda pula tergantung cara dan fasilitas belajar yang ada dan tersedia, pengalaman yang berupa pelajaran yang didapatkan akan menghasilkan perubahan tingkah laku. Ciri perubahan yang terjadi dalam diri seseorang melalui belajar itu bersifat disengaja, tidak  terjadi secara otomatis. Manusia mengalami perubahan akibat kegiatan proses belajarnya. Proses pengembangan melalui belajar pada hakikatnya adalah merupakan proses aktualisasi potensi pengetahuan manusia yang telah ada dalam dirinya. Belajar atau proses perubahan tingkah laku yang terjadi disekolah yangdilakukan siswa dipengaruhi beberapa faktor .

Dalam buku M. Alisuf Sabri yang berjudul “  Ilmu Pendidikan” , disebutkan bahwa menurut para ahli pendidikan ada lima faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pendidikan yaitu: pendidik, peserta didik, tujuan, sarana/alat dan lingkungan. Dengan 5 faktor tersebut, proses belajar mengajar dapat dilaksanakan walaupun kadang-kadang dengan hasil yang minimal pula. Hasil tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana penunjang, yaitu faktor fasilitas/Sarana dan Prasarana Pendidikan. Seorang siswa dalam melakukan aktivitas belajar memerlukan adanya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasi belajar yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang maksimal, tentunya perlu diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan para siswa untuk belajar dengan efektif.  Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar, kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas/perlengkapan disekolah, keadaan ruangan, jumlah murid perkelas, pelaksanaan tata tertib sekolah dan sebagainya, semua ini turut mempengaruhi keberhasilan belajar siswa.
            Sekolah sebagai bentuk organisasi diartikan sebagai wadah dari kumpulan manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yakni tujuan pendidikan, dengan memanfaatkan manusia itu sendiri sebagai sumber daya, di samping yang ada di luar dirinya, seperti uang, material, dan waktu. Agar kerja sama itu berjalan dengan baik, maka perlu ada aturan. Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, dana,  prasarana dan sarana, dan faktor lingkungan lainnya. Apabila faktor tersebut bermutu, dan proses belajar bermutu pada gilirannya akan menghasilkan lulusan yang bermutu pula.
Guru merupakan salah satu pelaku dalam kegiatan sekolah. Olehkarena itu, ia dituntut untuk mengenal tempat bekerjanya itu. Pemahaman tentang apa yang terjadi sekolah akan banyak membantu merekamemperlancar tugasnya sebagai pengelola langsung proses belajar mengajar. Guru perlu memahami faktor-faktor yang langsung dan tidak langsung menunjang proses belajar mengajar. Prasarana dan sarana diibaratkan sebagi motor penggerak yangdapat berjalan dengan kecepatan sesuai dengan keinginan olehpenggeraknya. Begitu pula dengan pendidikan, sarana dan prasarana sangat penting karena dibutuhkan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Prasarana dan sarana pendidikan adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolok ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terusmenerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologiyang cukup canggih. Manajemen prasarana dan sarana sangat diperlukan dalam menunjang tujuan pendidikan yang sekaligus menunjang pembangunan nasional, oleh karena itu diperlukan pengetahuan danpemahaman konseptual yang jelas agar dalam implementasinya tidak salah arah.
Bagi guru, pemahaman tentang pengelolaan prasarana dan sarana akan membantu memperluas wawasan tentang bagaimana iadapat berperan dalam merencanakan, menggunakan, dan mengevaluasi prasarana dan sarana yang ada sehingga prasarana dan sarana tersebutdapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai tujuan pendidikan.
Manajemen prasarana dan sarana memegang peranan penting dalam menunjang pembangunan. Dengan diberlakukan otonomi daerah berarti pemerintah memberikan kesempatankepada sekolah untuk berinisiatif dan berkarya sesuai dengankemampuan lembaga pendidikan/sekolah masing-masing termasuk dalampengembangan prasarana dan sarana. Oleh karena itu perlu adanya manajemen prasarana dan sarana pendidikan.
Sejak beberapa tahun terakhir, kita dikenalkan dengan pendekatan baru dalam manajemen sekolah yang lebih dikenal dengan manajemen berbasis sekolah (school based management) atau disingkat MBS. Adapun secara umum, gagasan penerapan pendekatan ini muncul sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah sebagai paradigma baru dalampengoperasian sekolah. Selama ini sekolah hanyalah kepanjangan tangan birokrasi pemerintah pusat untuk menyelenggarakan urusan politik pendidikan.


1.2    Hipotesis Penelitian

INDIKATOR PEMANFAATAN
AWAL
AKHIR
Tingkat penggunaan sarana pada guru dan siswa
25 %
75 %
Tingkat aktivitas KBM
Siswa terlihat lebih aktif dalam KBM
Hasil belajar UAS lebih tinggi dari kelas yang tidak memanfaatkan saran secara maksimal

Untuk itu perlu dilakukan kajian terhadap pemanfaatan saran sekolah dengan membandingkan KBM yang menggunakan sarana sekolah secara maksimal dengan yang tidak.
a)     Focus Evaluasi  : pemanfaatan sarana sekolah pada proses KBM
b)     Cakupan Fokus : ( pertanyaan evaluasi, terdapat pada perumusan masalah )


1.3    Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan makalah ini mengidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut:
1.       Bagaimana sarana sekolah dalam menunjang proses belajar mengajar siswa?
2.       Apakah media/alat-alat pelajaran yang diberikan sekolah sudah dapat dikatakan efektif dalam proses belajar mengajar
3.       Apakah kelengkapan sarana pendidikan dapat memotivasi belajar siswa?

1.4  Identifikasi Stakeholder dan Manfaat Evaluasi bagi Stakeholder
Evaluasi yang dilakukan akan bermanfaat terhadap para stakeholder dalam hal sebagai berikut:

Tabel Manfaat Evaluasi Bagi Stakeholder
Identifikasi Stakeholder
Peran Stakeholder
Manfaat bagi Stakeholder
Siswa sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1 Jakarta
·    Partisipan dalam KBM
·    Tolok ukur dalam penggunaan sarana
·    Narasumber dalam evaluasi sarana sekolah
Untuk meningkatkan pemanfaatan sarana sekolah dalam KBM
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana sekolah
Guru  sekolah yang memanfaatkan saran sekolah
·   Pengguna sarana sekolah dalam proses KBM
·   Narasumber dalam evaluasi sarana sekolah
Untuk meningkatkan pemanfaatan sarana sekolah dalam KBM
Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana sekolah
Sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1 Jakarta
Penanggungjawab kualitas dan kuantitas sarana sekolah
Sebagai pertimbangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana sekolah


1.5    Kredibilitas Evaluator
Evaluator bekerjasama dengan wakil sekolah bidang sarana prasarana SMA Kemala Bhayangkari 1 Jakarta sebagai otoritas pengelola sarana dan prasarana yang ada di sekolah.



BAB II
LANDASAN TEORI DAN DESKRIPSI SARANA


II.1 Evaluasi Program
Keberadaan evaluasi sudah sejak lama, di Indonesia sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, yaitu untuk menseleksi kualitas hasil bumi. Evaluasi berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang mandiri sejak tahun 1960-an, bersamaan denganitu juga berkembang profesi evaluasi yang disebut dengan evaluator. Dalam dunia pendidikan dikenal dua jenis evaluasi yaitu, evaluasi hasil belajar dan evaluasi program pendidikan. Evaluasi hasil belajar digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik, melalui tugas, ulangan , dan ujian. Sedangkan evaluasi program pendidikan untuk mengevaluasi berbagai aspek pendidikan , seperti kurikulum, proses dan metode pembelajaran, layanan tenaga pendidik, dan aspek lainnya. Evaluasi hasil belajar merupakan masukan bagi evaluasi program pendidikan.
Ada beberapa pengertian evaluasi  antara lain :
1.     Evaluasi ialah proses yang menentukan sampai sejauh mana tujuan pendidikan dapat dicapai       ( Tyler,1950 )
2.     Menyediakan informasi untuk membuat keputusan  ( ronbach, 1963 )
3.     Evaluasi sebagai perbedaan apa yang ada dengan suatu standar untuk apakah ada selisih              ( Maclcolm, 1971 )
4.     Evaluasi ialah penelitian yang sistimatik atau yang teratur tentang manfaat beberapa objek    (Joint Committee, 1981 )

Dari beberapa pengertian di atas dapat diambil pendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses mengumpulkan , menganalisis, dan menyajikan informasi mengenai objek evaluasi dan penilaian indikator dengan standar untuk mengambil keputusan. Ada beberapa tujuan dari evaluasi diantaranya adalah untuk memberikan informasi sebagai asar untuk :
1.     Menilai hasil yang telah dicapai
2.     Membuat keputusan
3.     Menilai kurikulum
4.     Memonitor dana Yang digunakan
5.     Memperbaiki program pendidikan
II.2  Pengertian Sarana
Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana pendidikan sekolah yang dimaksudkan adalah bagian dari sarana fisik dari suatu sekolah yang menunjang proses belajarmengajar disekolah tersebut, yaitu tiga sarana saja: Alat pelajaran, alat peraga, dan media pengajaran. Adapun prasarana pendidikan sekolah yang dimaksudkan adalah Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktik keterampilan, dan ruang laboratorium, dan sebagainya. Dan prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar
Dalam proses belajar mengajar seorang guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan seefektif dan seefisien mungkin dan bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan pemakaian sarana dan prasarana pendidikan yang ada atau ditempatkan sesuai dengan ruangan di mana dia mengajar, karena keberadaan sarana dan prasarana secara langsung dan tidak langsung di gunakan dalamproses belajar mengajar dan sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar, sehingga siswa termotivasi dalam pencapaian keberhasilan belajar secara maksimal. Agar seorang guru dapat melakukan proses pembelajarandengan memanfaatkan sarana dan prasarana secara tepat dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan, diharapkan seorang guru agar benar-benar memiliki kemampuan untuk menggunakan dan memanfaatkan sarana dan prasarana sebaik mungkin.

Untuk dapat menghasilkan prestasi belajar yang baik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor motivasi yang berasal dari dalam diri (intern), tetapi juga dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari luar diri (ekstern) yaitu dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap. Proses belajar mengajar akan berjalan lancar kalau ditunjang dengan sarana yang lengkap. Oleh karena masalah fasilitas merupakan masalah yang esensial dalam pendidikan, maka dalam pembaharuan pendidikan kita harus sempat pula memperbaharui mulai dari gedung sekolah sampai kepada masalah yang paling dominan yaitu alat peraga (sebagai penjelasan dalam menyampaikan pendidikan).  Bila suatu sekolah kurang memperhatikan fasilitas/sarana dan prasarana pendidikan,  maka siswa-siswanya kurang bersemangat untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Hal ini mengakibatkan prestasi belajar anak menjadi rendah. Sarana dan prasarana sebagai salah satu penunjang keberhasilan pendidikan, seringkali menjadi kendala dalam proses penyelenggaraanpendidikan di Sekolah. Kendala-kendala yang dihadapi antara lain adalah adanya penyediaan saranayang belum memadai atau lengkap, yang disebabkan karena minimum atau kurangnya dana yang di salurkan. Tetapi selain sarana, perlu diingat bahwa kualitas dan aktivitas guru juga turut menunjang keberhasilan pendidikan, karena dengan kualitas dan aktivitas guru yang baik maka proses belajar mengajar akan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Beberapa pengertian sarana dan prasana menurut para ahli :
1.      Menurut E. Mulyasa,
“Sarana pendidikan adalah peralatan danperlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjangproses pendidikan, khususnya proses belajar, mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan mediapengajaran”.
2.     Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,
Kamus Besar  Bahasa Indonesia,(Jakarta: Balai Pustaka,1988), Cet. I, h. 700
“Sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar-mengajar”.
3.     Menurut Tim Penyusun Pedoman Pembakuan MediaPendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang dimaksud dengan:
“ Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar , baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien”.
4.     Menurut Ibrahim Bafadal
“ prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah”
5.       Menurut  Nawawi (1987), ditinjau dari hubungannya dengan Proses Belajar Mengajar       ada dua jenis sarana pendidikan.adalah sebagai berikut:
(i)     Sarana pendidikan yang secara langsungdigunakan dalam proses belajar mengajar. Sebagai contohnya adalah kapur tulis, atlas dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar.
(ii)   Sarana pendidikan yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar, seperti lemari arsip dikantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang secara tidak langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar.

Erat terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan itu, dalam daftar istilah pendidikan dikenal pula sebutan alat bantu pendidikan (teaching aids), yaitu segala macam peralatan yang dipakai guru untuk membantunya memudahkan melakukan kegiatan mengajar. Alat bantu pendidikan ini yang pas untuk disebut sebagai sarana pendidikan. Jadi, sarana pendidikan adalah segala macam peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan penyampaian materi pelajaran. Jika dilihat dari sudut murid, sarana pendidikan adalah segala macam peralatan yang digunakan murid untuk memudahkan mempelajari mata pelajaran. Itu rumusan (definisi) sementara.
Lalu apa yang disebut dengan prasarana pendidikan? Sementara, dapat kita rumuskan bahwa prasarana pendidikan adalah segala macam peralatan, kelengkapan, dan benda-benda yang digunakan guru (dan murid) untuk memudahkan penyelenggaraan pendidikan.
Menurut Standar sarana dan prasarana dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri, yang dalam garis besarnya antara lain:
a.    Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumberbelajar lainnya, bahan habis pakai serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan
b.   Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan, satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium,ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan  jasa, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain,tempat berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan
c.    Standar keragaman jenis peralatan laboratorium, ilmu pengetahuanalam (IPA), laboratorium bahasa, laboratorium komputer, danperalatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalamdaftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia
d.   Standar jumlah peralatan di atas, dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan perpeserta didik.




Jenis Sarana Pendidikan
Harus dipahami bahwa mengenai ini harus dilihat dari fungsinya, bukan bendanya, untuk itu sarana pendidikan bila tinjau dari fungsi dan peranannya dalam proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan dapat dibedakan menjadi:
a.     Alat pelajaran
Alat pelajaran adalah alat yang digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar. Alat ini mungkin berwujud buku tulis, gambar-gambar, alat-alat tulis-menulis lain seperti kapur, penghapusan dan papan tulis maupun alat-alat praktek, semuanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran.
(i)      Alat –alat pelajaran tersebut digunakan untuk rekam-merekam bahan pelajaran  atau alat untuk pelaksanaan kegiatan belajar. Yang disebut dengan kegiatan “merekam” itu bisa berupa menulis, mencatat, melukis, menempel (di TK), dan sebagainya. Papan tulis, misalnya, termasuk alat pelajaran jika digunakan guru untuk menuliskan materi pelajaran. Termasuk juga kapur (untuk chalkboard) atau spidol (untuk whiteboard) dan penghapus papan tulis. Buku tulis, pinsil, pulpen atau bolpoin, dan penghapus (karet stip dan  “tipeks”), juga termasuk alat pelajaran.
(ii)    Alat pelajaran yang  bukan alat rekam-merekam pelajaran, melainkan alat kegiatan belajar, adalah alat-alat pelajaran olah raga (bola, lapangan, raket, dsb.), alat-alat praktikum,  alat-alat pelajaran yang digunakan di TK (gunting, kertas lipat, perekat dsb), alat-alat kesenian dalam pelajaran kesenian, alat-alat “pertukangan” (tukang pahat, tukang kayu, tukang anyam, tukang “sunggi”/tatah wayang, dsb.) dalam pelajaran kerajinan tangan.

b. Alat peraga
Alat peraga mempunyai arti yang luas. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling konkrit  sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid. Di samping itu, alat peraga sangatlah penting bagi pengajar untuk mewujudkan atau mendemonstrasikan bahan pengajaran guna memberikan pengertian atau gambaran yang jelas tentang materi yang diberikan. Hal itu sangat membantu siswa untuk tidak menjadi siswa verbalis. Dengan bertitik tolak pada penggunaannya, maka alat peraga dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
(i)  Alat peraga langsung, yaitu jika guru menerangkan dengan menunjukkan benda sesungguhnya (benda dibawa kekelas, atau anak diajak ke benda);
(ii) Alat peraga tidak langsung,yaitu jika guru mengadakan penggantian terhadap benda sesungguhnya. Berturut-turutdari yang konkrit ke yang abstrak, maka alat peraga dapat berupa: benda tiruan (miniatur), Film, Slide, Foto, gambar, Sketsa atau bagan.

            Oleh karena itu, alat peraga sangatlah diperlukan dalam proses belajar mengajar dengan maksud memberikan variasi dalam mengajar dan lebih banyak memberikan realita dalam mengaja sehingga pengalaman anak lebih nya dan jelas. Alat peraga adalah segala macam alat yang digunakan untuk meragakan (mewujudkan, menjadikan terlihat) objek atau  materi pelajaran (yang tidak tampak mata atau tak terindera, atau susah untuk diindera).  Manusia punya raga (jasmani, fisik), karena itu manusia terlihat. Dengan kata lain, bagian raga dari makhluk manusia merupakan bagian yang tampak, bisa dilihat (bagian dalam tubuh manusia pun bisa dilihat, tentu saja jika “dibedah”). Itu intinya “meragakan,” yaitu menjadikan sesuatu yang “tak terlihat” menjadi terlihat. Dalam arti luas yang tak terindera (teraba untuk yang tunanetra).
“Tak terlihat” itu termasuk seperti dalam kasus ini: Kambing yang ada jauh di luar sekolah, tentu tak terlihat. Agar terlihat, kambing itu didekati (murid dibawa ke tempat kambing), atau didekatkan (kambing dihadirkan ke sekolah). Bunga yang ada di luar kelas pun tak terlihat murid. Agar terlihat, bunga itu dibawa ke dalam kelas. Murid (dan guru) tidak bisa “melihat” pulau-pulau yang terletak di Indonesia, maka lalu dibuatlah peta untuk meragakan bentuk dan letaknya.
Alat peraga  suka dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
(1) alat peraga sebenarnya
 (2) alat peraga tiruan.

Bunga dalam materi pelajaran tentang bunga dapat diragakan oleh bunga asli, bisa dengan gambar bunga. Otak manusia sangat sulit untuk diragakan oleh benda aslinya, jadi dibuat alat peraga tiruan berupa gambarnya atau “bonekanya”. 

c.  Media pengajaran
“Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk  jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar ”.  Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat  pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. 
Media pendidikan (media pengajaran) itu sesuatu yang agak lain sifatnya dari alat pelajaran dan alat peraga. Kadang orang menyebut semua alat bantu pendidikan itu media, padahal bukan. Alat pelajaran dan alat peraga memerlukan keberadaan guru, alat pelajaran dan alat peraga membantu guru dalam mengajar. Guru mengajarkan materi pelajaran dibantu (agar murid dapat menangkap pelajaran lebih baik) oleh alat pelajaran dan alat peraga.  Oleh media, di sisi lain, guru bisa “dibantu digantikan” keberadaannya. Dengan kata lain, guru bisa tidak ada di kelas, digantikan oleh media. Lalu, apa itu media?
Secara bahasa (asal-usul bahasa atau etimologis) media (medium) itu merupakan perantara. Istilah media digunakan pula dalam bercocok tanam. Arang kulit padi, misalnya, dapat dijadikan media tanam terbaik bagi tanaman hias tertentu. Air dapat menjadi media tanam tanaman tertentu (disebut cara bercocok tanam sistem hidroponik).
Media (medium) dalam konteks pendidikan, mempunyai makna sama dengan media dalam komunikasi. Media komunikasi merupakan perantara penyampaian pesan (messages) yang berupa informasi dan sebagainya, dari komunikator (“pembicara”) ke komunikan (yang diajak “bicara”). Surat kabar merupakan media komunikasi masa dari “orang-orang surat kabar” kepada masa (publik, masyarakat). “Orang-orang surat kabar” itu maksudnya semua yang berkomunikasi lewat surat kabar. Jadi, ada pemasang iklan yang berkomunikasi kepada masyarakat luas lewat media surat kabar. Begitu juga halnya dengan radio dan televisi.
media pendidikan dapat di klasifikasi atas indera yang digunakan untuk menangkap isi dari materi yang disampaikan dengan media tersebut, yaitu dapat dibedakan atas:
1.   Media audio atau media dengar, yaitu media untuk pendengaran, seperti transparansi,  papan tulis, gambar-gambar, grafik poster, peta dan globe , dll.
2.   Media visual atau media tampak, yaitu media untuk penglihatan, seperti  radio, rekaman pada tape recorder,  dll.
3.   Media audio visual atau media tampak-dengar, yaitu media untuk pendengaran dan  penglihatan, seperti  film, televisi, Projector dll.

 Ketiga media ini dapat digunakan untuk memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran, yaitu di antaranya adalahdapat memperjelas penyajian pesan dan informasi serta dapatmeningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapatmenimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsungantara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.Oleh karena itu, media pengajaran harus benar-benar dimanfaatkandengan seoptimal mungkin maka tujuan pendidikan dapat berjalan secara efektif dan efisien serta mencapai tujuan yang diharapkan.
Ke dalam kelompok media pendidikan itu akan termasuk buku pelajaran, CD berisi materi pelajaran, tayangan TV yang berupa materi pelajaran, rekaman suara yang berupa materi pelajaran, dan sebagainya. Agar tidak kacau menyama maknakan alat peraga sebagai media pendidikan, harus dicermati sifat khas media, yaitu ada pesan komunikasi pendidikan di dalamnya yang berupa materi pelajaran.
Adapun syarat sebuah alat dapat digunakan sebagai media yaitu :
(1) tuntas, yaitu sudah menyeluruh;
(2) jelas, tidak memerlukan penjelasan dari guru;
(3) bisa “ditangkap” langsung oleh murid

Jadi, inti makna media adalah sesuatu (apapun) yang di dalamnya terkandung pesan (message) komunikasi, yang merupakan saluran (perantara) komunikasi. Dengan pengertian dasar serupa itu, maka yang disebut media pendidikan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berisikan pesan berupa materi pelajaran dari pihak pemberi materi pelajaran kepada pihak yang diberi pelajaran.









BAB III

METODE EVALUASI



III.1  Model Evaluasi yang Digunakan
             
            Ada beberapa model evaluasi yang ada tetapi untuk mengevaluasi pemanfaatan sarana pendidikan adalah model evaluasi CIPP (Context, Input, Process dan Product.
            Mengenai aspek Context dari program, akan dievaluasi apakah pemanfaatan sarana pendidikan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Untuk aspek input dari program, akan dievaluasi kesiapan para pengguna, yaitu guru dan siswa dalam memanfaatkan sarana pendidikan. Sedangkan aspek proses dari program, yang akan dievaluasi adalah jenis sarana pendidikan yang digunakan dalam menunjang KBM. Sementara mengenai aspek Product, akan dievaluasi apakah sasaran kegiatan yang diajukan dalam proposal sudah sesuai. Jika belum terpenuhi akan dicari penyebabnya, mengapa sasaran kegiatan belum terpenuhi, akan dicari penyebabnya dan akan dikaji solusi untuk menyelesaikannya.



III.2  Tujuan Evaluasi
           
            Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dan pendekatan evaluasi yang digunakan memiliki tujuan :
1.     Menilai secara Context dari program, kesesuaian program pemanfaatan sarana pendidikan  dengan tujuan, situasi dan kondisi KBM .
2.     Menilai secara Input dari program, kesiapan guru dan siswa dalam memanfaatkan sarana pendidikan.
3.     Menilai secara Proses dari program, kualitas jenis sarana pendidikan yang digunakan dalam menunjang KBM.
4.     Menilai Product, pencapaian sasaran kegiatan yang diajukan dalam proposal kegiatan pemanfaatan sarana pendidikan  



III.3  Lingkup tempat dan waktu evaluasi

            Evaluasi terhadap pemanfaatan sarana pendidikan  akan dilakukan di SMA Kemala Bhayangkari 1 Jakarta. Evaluasi dilaksanakan pada semester 1 tahun ajaran 2011-2012 selama satu semester.







III.4 Instrumen Evaluasi

No
Pertanyaan Evaluasi
Sasaran
Pengumpulan Data
Analisis
1
Apakah rencana KBM yang diajukan sudah sesuai dengan tujuan KBM yang diajukan ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
2
Apakah pelaksanaan KBM yang diajukan sudah sesuai dengan tujuan KBM yang diajukan ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
3
Apakah sasaran kegiatan yang diajukan sudah layak dan sesuai dengan tujuan kegiatan ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
4
Apakah guru sudah siap menggunakan sarana secara maksimal ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
5
Apakah siswa sudah siap mengikuti KBM  dengan mengguinakan sarana secara maksimal ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
6
Apakah sarana pendidikan  yang ada dapat menunjang KBM ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
7
Apakah sarana pendidikan  yang ada dapat digunakan untuk berbagai metode pembelajaran pada KBM ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
8
Apakah sarana pendidikan  yang ada dapat mengaktifkan siswa dalam  KBM ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
9
Apakah penggunaan sarana pendidikan  yang ada dapat meningkatkan pemahaman materi pelajaran ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
10
Apakah sasaran kegiatan yang diajukan dalam proposal sudah terpenuhi ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
a.
Jika sudah, apakah ada bagian dari pemanfaatan sarana yang masih perlu diperbaiki ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner
b.
Jika belum, apakah penyebab sasaran belum terpenuhi dan apa saja yang solusi yang dapat dilakukan ?
Guru
Wawancara
Triangulasi data
Siswa
Kuesioner




III.5  Metode dan Instrument Pengumpulan Data
            Beberapa metode pengumpulan data yang akan dilakukan, yaitu :
a.      Wawancara
Metode ini sesuai untuk menggali pandangan responden, yaitu guru dan siswa.

b.     Observasi Lapangan
·       Observasi Sarana Pendidikan yang ada
·       Observasi sarana pendidikan yang digunakan

c.      Survey dengan Kuesioner
Survey akan dilakukan untuk menggali pandangan dan persepsi siswa sebagai pengguna program . Survey dilakukan secara bersamaan dalam waktu yang sudah ditentukan, dengan penyebaran secara merata ke setiap kelas.


III.6  Tehnik dan Analisis Data
a.      Triangulasi Data
Evaluasi ini menggunakan tehnik triangulasi, membandingkan dan mengecek balik suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kulitatif, yaitu :
·       Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara
·       Membandingkan hasil wawancara dengan pendapat orang diluar
·       Membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan

b.     Analisis Statistik
Untuk hasil kuesioner dari guru dan siswa akan dilakukan analisis statistic deskriptif menggunakan software SPSS





III.7  Grant Chart Kegiatan dan Waktu Pelaksanaan Evaluasi

No
Jenis Kegiatan
September
Oktober
November
Keterangan
1
Persiapan evaluator

X
X










2
Penyiapan instrument



X
X
X







3
Analisis Data







X
X
X




4
Penyusunan Laporan









X
X
X






















DAFTAR  PUSTAKA

v Subari, Supervisi Pendidikan,(Jakarta: Bumi Aksara, 1994), Cet. I, h. 95
v Arief S. Sadiman, dkk. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya,(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007)
v E. Mulyasa , Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004)
v Suharsimi Arikunto,Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan,(Jakarta: PT GrafindoPersada, 1993), Cet. II, h. 81
v M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,(Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006), Cet. IV.
v Ibrahim Bafadal, Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah ,  Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003),
v M. Dalyono, Psikologi Pendidikan; Komponen MKDK, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005,
v E. Mulyasa, Kurikulum yang Disempurnakan (Pengembangan Standar Kompetensi Dasar
     (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006
v Suharsimi Arikunto,Pengelolaan Materiil,(Jakarta: PT Prima Karya, 1987 
v B. Suryo Subroto,  Administrasi Pendidikan di Sekolah, (Jakarta: Bina Aksara, 1998) 
v Azhar Arsyad, Media Pengajaran,(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2000),
v M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,(Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006)
v Tatang M. Amirin; 7 April 2010; 8 April 2010; 11 Mei 2010; 3 Juni 2010; 5 Januari 2011
[Tuliskan sebagai sumber daftar pustaka Anda: Amirin, Tatang M. 2011. "Pengertian sarana dan prasarana pendidikan." tatangmanguny.wordpress.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar