Senin, 02 April 2012

Efisiensi dan Efektivitas Pembiayaan Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pada zaman pasca modern atau globalisasi sekarang ini, sebagian manusia cenderung mengutamakan kesejahteraan materi dibandingkan kesejahteraan rohani, bidang ekonomi menjadi perhatian yang sangat besar, tidak banyak orang yang mementingkan peningkatan spiritual. Kecendrungan tersebut di atas sangat dipengaruhi oleh perkembangan budaya terutama dalam bidang teknologi, kesenian, dan pariwisata serta ekonomi, berbagai produk baru yang semakin canggih ditawarkan, dan hal-hal yang lain yang berkenaan dengan perekonomian sehingga situasi seperti ini membuat kebanyakan orang berusaha mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya.
Masalah pendidikan sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari masalah ekonomi. Baik secara langsung maupun tidak langsung, kontribusi pendidikan terhadap ekonomi dan pembangunan harus diakui. Dengan demikian, tidak selamanya pendidikan dianggap sebagai konsumsi atau pembiayaan. Sudah saatnya pendidikan harus dipandang sebagai investasi, yang secara jangka panjang kontribusinya dapat dirasakan.
Suatu lembaga akan dapat berfungsi dengan baik jika memiliki sistem manajemen yang didukung oleh SDM, dana dan sarana-prasarana. Sekolah sebagai satuan pendidikan juga harus memiliki tenaga (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga administratif, laboran, pustakawan, dan teknisi sumber belajar), sarana dan prasarana, serta biaya yang mencakup biaya investasi (biaya untuk keperluan pengadaan tanah, pengadaan bangunan, alat pendidikan, termasuk buku-buku dan biaya operasional, baik untuk personil maupun nonpersonil). Biaya untuk personil antara lain untuk kesejahteraan dan pengembangan profesi, sedangkan untuk biaya nonpersonil berupa pengadaan bahan dan ATK, pemeliharaan dan untuk kegiatan pembelajaran.
Suatu sekolah untuk memiliki tenaga kependidikan yang berkualitas dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan memerlukan biaya rekruitmen, penempatan, penggajian, pendidikan dan latihan, serta mutasi. Dalam usaha pengadaan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran tentu saja diperlukan dana yang tidak sedikit, bahkan setelah diadakan maka diperlukan dana untuk perawatan, pemeliharaan, dan pendayagunaannya. Meskipun ada tenaga, ada sarana dan prasarana, untuk memanfaatkan dan mendayagunakan secara optimal perlu biaya operasional baik untuk bahan dan ATK habis pakai, biaya pemeliharaan, maupun pengembangan personil agar menguasai kompetensi yang dipersyaratkan. Dari uraian di atas jelas bahwa untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah tentu saja sangat memerlukan biaya dalam setiap kegiatannya.
Biaya pendidikan merupakan komponen sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa  adanya dukungan biaya. Dalam konteks perencaaan pendidikan, pemahaman tentang anatomi dan problematika pembiayaan pendidikan sangat diperlukan. Berdasarkan pemahaman ini, dapat dikembangkan kebijakan pembiayaan pendidikan yang lebih tepat dan adil serta mengarah pada pencapaian tujuan pendidikan, baik tujuan yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.
Pasal 46 Undang-Undang No.20 Tahun 2003, menyatakan pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat . Terhadap pencapaian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan UNDP, menunjukan bahwa pembiayaan pendidikan di suatu Negara terbukti dapat memberikan pengaruh sangat positif dan signifikan terhadap kinerja pendidikan nasional. Dampak rendahnya anggaran pendidikan di Indonesia adalah tidak meratanya kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas , maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.     Bagaimana efisiensi dan efektivitas pembiayaan pendidikan?
2.     Darimana sumber-sumber biaya dan penggunaanya?


BAB  II
PEMBAHASAN
A.    Efisiensi dan Efektivitas Pembiayaan Pendidikan
Konsep efisiensi selalu dikaitkan dengan efektivitas. Efektivitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relatif terhadap harganya. Dalam dunia pendidikan, suatu pendidikan yang efisien dan efektif cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien dengan pengelolaan yang efektif. Program pendidikan yang efektif dan efisien adalah mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan tercapai tujuan yang tidak mengalami hambatan.
1.     Efektivitas
Efektif adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi (characterized by qualitative outcomes). Manajemen pembiayaan dikatakan memenuhi prinsip efektif apabila kegiatan yang dilakukan dapat mengatur biaya aktivitas dalam rangka mencapai tujuan kualitatif outcomes sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Efektivitas biaya adalah kemampuan mencapai sasaran dan target sesuai dengan yang direncanakan.
Prinsip-prinsip untuk menilai efektivitas adalah:
a.      Menilai efektivitas yang berkaitan dengan problem tujuan dan alat untuk memproses input menjadi output.
b.     Sistem yang dibandingkan harus sama/ homogeny. Misalnya tingkat pendidikan, kecakapan, sosial ekonomi dan sebagainya.
c.      Mempertimbangkan semua output. Misal jumlah siswa lulus dan kualitas kelulusan.
d.     Korelasi diharapkan bersifat kualitas, hubungan antara alat proses dan output harus berkualitas.
2.     Efisiensi
Efisiensi adalah kemampuan menggunakan biaya dengan baik dan tepat. Pembiayaan dikatakan efisien manakala pencapaian sasaran atau target diperoleh dengan pengorbanan yang lebih kecil atau dengan biaya yang minimum.
Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Efficiencycharacterized by quantitif uotputs”. Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan kuadran (out put) atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya, perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal:
a.      Dilihat dari segi penggunaan waktu, tenaga, dan biaya. Kegiatan ini dapat dikatan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga, dan biaya sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.
b.     Dilihat dari segi hasil kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya.
Tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi memungkinkan terselenggaranya pelayanan masyarakat secara memuaskan dengan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab. Dalam dunia pendidikan, terdapat beberapa model Pembiayaan:
1.     Model Dana Bantuan Murni (Flat Grant Model). Merupakan uang bantuan negara yang dibagikan pada sekolah di daerah tanpa memperhitungkan pertimbangan kemampuan pembayaran pajak daerah setempat, yang didasarkan pada jumlah siswa yang harus dididik.
2.     Model Landasan Perencanaan (Foundation Plan Model)
Negara tanpa mempertimbangkan kekayaan & pajak daerah memberikan dana kepada daerah yang miskin lebih banyak untuk setiap siswanya dibandingkan dengan daerah yang makmur. Tujuannya adalah untuk menjaga sekolah dari kehancuran lebih parah (pada daerah yang miskin).
3.     Model Perencanaan Pokok Jaminan Pajak (Guaranted Tax Base Plan)
Model ini dibatasi dengan menentukan penafsiran penilaian per siswa yang menjadi jaminan negara diperuntukkan bagi wilayah sekolah setempat. Bantuan negara menjadi berbeda antara apa yang diterima daerah per-siswa dengan jaminan negara per-siswa. Pembagian presentasenya sangat tinggi di sekolah distrik yang miskin, dan rendah di sekolah distrik yang kaya/ sejahtera.
4.     Model Persamaan Persentase (Persentage Equalizing Model)
Model ini dikembangkan tahun 1920-an, lebih banyak memberikan sumbangan yang dibutuhkan pada tiap murid & guru ke daerah-daerah yang kurang makmur. Dalam program yang sama, jumlah pembayaran yang disetujui dihitung bagi setiap siswa, tiap guru, atau bagian lain yang di butuhkan. Jumlah yang diperlukan berubah-ubah tiap bagian sesuai keperluan.
5.     Model Perencanaan Persamaan Kemampuan (Power Equalizing Plan)
Model ini menghendaki distrik yang kaya membayar pajak sekolah yang dikumpulkan kembali ke negara. Selanjutnya negara menggunakan uang dari sekolah distrik yang kaya itu untuk meningkatkan bantuan sekolah pada distrik yang lebih miskin.
6.     Model Pendanaan Negara Sepenuhnya (Full State Funding Model)
Model ini merupakan rencana yang dirancang untuk mengeliminir perbedaan local dalam hal pembelanjaan dan perpajakan. Pendanaan sekolah akan dikumpulkan ditingkat negara dan diberikan ke sekolah distrik dengan dasar yang sama. Asas keadilan tentang perlakuan terhadap siswa dan pembayar pajak, serta pembiayaan pendidikan berdasarkan tingkat kekayaan yang dimiliki. Untuk menghindari banyaknya anak pada masyarakat miskin meninggalkan pendidikan sehingga muncul masalah pengangguran dan kesejahteraan bagi generasi penerusnya.
7.     Model Sumber Pembiayaan (The Resources Cost Model)
Model ini dikembangkan Hambers dan Parrish yang menyediakan suatu proses penentuan pembiayaan pendidikan yang mencerminkan kebutuhan berbeda dari kondisi ekonomi di setiap daerah. Model ini tidak bersangkutan dengan pendapatan pajak maupun kekayaan suatu daerah.
8.     Model Surat Bukti/ Penerimaan (Models of Choice and Voucher Plans)
Model ini memberikan dana untuk pendidikan langsung kepada individu atau institusi rumah tangga berdasarkan permintaan pendidikan. Mereka diberikan surat bukti penerimaan dana untuk bersekolah melalui sistem voucher yang mencerminkan subsidi langsung kepada pihak yang membutuhkan yaitu murid.
9.     Model Rencana Bobot Siswa (Weight Student Plan). Adalah model yang mempertimbangkan siswa-siswa berdasarkan proporsinya. Contoh siswa yang cacat, siswa program kejuruan atau siswa yang pandai dua bahasa.
10.   Model Berdasarkan Pengalaman (Historic Funding). Model ini sering disebut Incrementalism, dimana biaya yang diterima satu sekolah mengacu pada penerimaan tahun yang lalu, dengan hanya penyesuaian.
11.  Model Berdasarkan Usulan (Bidding Model). Model ini sekolah mengajukan usulan pada sumber dana dengan berbagai acuan, kemudian sumber dana meneliti usulan yang masuk, dan menyesuaikan dengan kriteria.
12.  Model Berdasarkan Kebijaksanaan (Descretion Model). Model ini penyandang dana melakukan studi terlebih dahulu untuk mengetahui komponen-komponen apa yang perlu dibantu berdasarkan prioritas pada suatu tempat dari hasil eksplorasinya.
Dalam perkembangan perencanaan dan penggunaan pembiayaan pendidikan dikenal model:
1.     Model Sentralistik, model ini menggunakan dua program yaitu pembangunan dan rutin.
2.     Model Desentralisasi. Perencanaan pembiayaan dilakukan di tingkat pusat dan daerah.
Bentuk-bentuk dana pusat dan daerah:
1.     Dana alokasi umum bersifat Blok Grant untuk mengatasi masalah ketimpang horizontal.
2.     Dana bagi hasil dana pertimbangan untuk mengetasi masalah ketimpangan vertical.
3.     Dana alokasi khusus sifatnya khusus atau Spesific Grant untuk memenuhi biaya khusus
4.     Dana kontijensi adalah dana bantuan bagi daerah yang kekurangan anggaran dari DAU dan bagi hasil.


Biaya operasi satuan pendidikan meliputi:
·       Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji.
·       Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai.
·       Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya.
Biaya dan ekonomi pendidikan merupakan komponen yang sagat penting dalam penyelenggarakan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa adanya dukungan biaya. dalam konteks perencanaan pendidikan pembiayaan pendidikan baik pada tingkat makro maupun pada tingkat mikro sangatlah di perlukan, berdasarkan pemahaman ini, dapatlah di kembangkan kebijakan pembiayaan pendidikan yang lebih tepat serta mengarah pada pencapaian tujuan.
Pada era otonomi sekarang ini, alokasi dana atau perhatian dari pemerintah sudah dirasakan cukup. Namun, masih banyak persoalan-persoalan pendidikan lainnya yang turut mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia saat ini. Perhatian di bidang pendidikan moral merupakan suatu hal yang sangat penting. Karena dengan moral yang tinggi, suatu bangsa akan dapat membangun dirinya ke arah yang lebih baik dan sesuai dengan harapan.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Masalah pembiayaan harus di pecahan secara bersama, jika ingin mendapatkan peluang yang maksimal bagi semua penyelenggara pendidikan agar dapat berkembang. Pembiayaan mandiri merupakan cara pemecahan yang sangat hakiki bagi penyelenggara pendidikan yang benar-benar ingin berkembang dan keluar dari masalah pembiayaan. Jika berkaitan dengan masalah pendanaan, maka sebaiknya menggunakan sistem manajemen terbuka agar semua keadaan lembaga pendidikan yang baik dan buruk dapat diketahui dengan cepat dan dapat dicari solusi terbaik
B.    Saran
Sumber pembiayaan pendidikan yang melimpah tidak menjadi jaminan bagi peningkatan mutu. Jika penggunaan dana tidak direncanakan, salah sasaran, salah pengelolaan, tidak ada pengawasan, akuntabilitas rendah, sanksi yang tidak tegas yang diberikan bagi penyeleweng, ketimpangan dalam dunia pendidikan akan selalu terjadi yang mengakibatkan tidak tepatnya sasaran pendidikan. Karena itu, pendidikan moral dirasakan sangat penting ditanamkan guna menghindari penyimpangan-penyimpangan dalam pengelolaan pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2009. Sekilas tentang qanun penyelenggaraan pendidikan di Aceh. http://www.idlo.org/docNews/308DOC1.pdf.
Arifin, Anwar. 2006. Format Baru Pengelolaan Pendidikan. Jakarta: Pustaka Indonesia.
Aswandi.2009. Mahalnya Biaya Pendidikan. http://dian-manajemenpendidikan. blogspot.com/2009/05/mahalnya-biaya-pendidikan atau-biaya.html.
Fattah, Nanang. 2004. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Hamadah, Zulfiah. 2003. Sumber-Sumber, Efisiensi dan Efektivitas pembiayaan Pendidikan.
Hasbullah. 2007. Otonomi Pendidikan. Jakarta: PT. RjaGrafindo Persada.
Kotler, Philip and Karen F.A. Fox. 1985. Strategic Marketing for Educational Institutions. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Mulyasa, E. 2004. Manajemen Berbasis sekolah. Bandung: PT. Remaja Rodakarya.
Mutrofin (1996). Pendidikan, Ekonomi dan SDM Produktif Transformasi Pendidikan di Indonesia dan Tantangannya di masa depan. Jakarta: IKIP Muhammadiyah Jakarta Press.
Ruslan, Agus. Dana Pendidikan Si Amerika Serikat. http://re-searchengines.com/agusruslan2-6-07-3.html
Samroni, Imam. 2009. Mewaspadai inflasi biaya pendidikan. http://imamsamroni.wordpress.com/2009/08/31/mewaspadai-inflasi-biaya-pendidikan/.
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. 2006. UU RI No. 20 Tahun 2003. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

SUMBER PEMBIAYAAN PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pada zaman pasca modern atau globalisasi sekarang ini, sebagian manusia cenderung mengutamakan kesejahteraan materi dibandingkan kesejahteraan rohani, bidang ekonomi menjadi perhatian yang sangat besar, tidak banyak orang yang mementingkan peningkatan spiritual. Kecendrungan tersebut di atas sangat dipengaruhi oleh perkembangan budaya terutama dalam bidang teknologi, kesenian, dan pariwisata serta ekonomi, berbagai produk baru yang semakin canggih ditawarkan, dan hal-hal yang lain yang berkenaan dengan perekonomian sehingga situasi seperti ini membuat kebanyakan orang berusaha mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya.
Masalah pendidikan sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari masalah ekonomi. Baik secara langsung maupun tidak langsung, kontribusi pendidikan terhadap ekonomi dan pembangunan harus diakui. Dengan demikian, tidak selamanya pendidikan dianggap sebagai konsumsi atau pembiayaan. Sudah saatnya pendidikan harus dipandang sebagai investasi, yang secara jangka panjang kontribusinya dapat dirasakan.
Suatu lembaga akan dapat berfungsi dengan baik jika memiliki sistem manajemen yang didukung oleh SDM, dana dan sarana-prasarana. Sekolah sebagai satuan pendidikan juga harus memiliki tenaga (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga administratif, laboran, pustakawan, dan teknisi sumber belajar), sarana dan prasarana, serta biaya yang mencakup biaya investasi (biaya untuk keperluan pengadaan tanah, pengadaan bangunan, alat pendidikan, termasuk buku-buku dan biaya operasional, baik untuk personil maupun nonpersonil). Biaya untuk personil antara lain untuk kesejahteraan dan pengembangan profesi, sedangkan untuk biaya nonpersonil berupa pengadaan bahan dan ATK, pemeliharaan dan untuk kegiatan pembelajaran.
Suatu sekolah untuk memiliki tenaga kependidikan yang berkualitas dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan memerlukan biaya rekruitmen, penempatan, penggajian, pendidikan dan latihan, serta mutasi. Dalam usaha pengadaan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran tentu saja diperlukan dana yang tidak sedikit, bahkan setelah diadakan maka diperlukan dana untuk perawatan, pemeliharaan, dan pendayagunaannya. Meskipun ada tenaga, ada sarana dan prasarana, untuk memanfaatkan dan mendayagunakan secara optimal perlu biaya operasional baik untuk bahan dan ATK habis pakai, biaya pemeliharaan, maupun pengembangan personil agar menguasai kompetensi yang dipersyaratkan. Dari uraian di atas jelas bahwa untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah tentu saja sangat memerlukan biaya dalam setiap kegiatannya.
Biaya pendidikan merupakan komponen sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa  adanya dukungan biaya. Dalam konteks perencaaan pendidikan, pemahaman tentang anatomi dan problematika pembiayaan pendidikan sangat diperlukan. Berdasarkan pemahaman ini, dapat dikembangkan kebijakan pembiayaan pendidikan yang lebih tepat dan adil serta mengarah pada pencapaian tujuan pendidikan, baik tujuan yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.
Pasal 46 Undang-Undang No.20 Tahun 2003, menyatakan pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat . Terhadap pencapaian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan UNDP, menunjukan bahwa pembiayaan pendidikan di suatu Negara terbukti dapat memberikan pengaruh sangat positif dan signifikan terhadap kinerja pendidikan nasional. Dampak rendahnya anggaran pendidikan di Indonesia adalah tidak meratanya kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas , maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.     Apa Landasan Ekonomi dalam pendidikan ?
2.     Bagaimana sistem pembiayaan pendidikan?
3.     Darimana sumber-sumber biaya dan penggunaanya?


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Peran Ekonomi Dalam Pendidikan
Pemerintah Indonesia mengutamakan pembangunan ekonomi. Kalau dahulu alasannya ekonomi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, maka kini di samping alasan itu, ekonomi juga dirasakan sangat penting agar tidak kalah bersaing dengan negara lain dalam era globalisasi saat ini. Berbagai kebijaksanaan dan peraturan baru dibuat. Frekuensi munculnya kebijaksanaan dan peraturan-peraturannya ini cukup banyak dan jelas berbeda sekali dengan frekuensi munculnya kebijakan dan peraturan-peraturan baru di bidang lain. Akan tetapi karena banyaknya kebijaksanaan dan peraturan yang dibuat, maka banyak sekali timbul ketidak harmonisan antar para pengusaha dalam menjalankan roda ekonomi yang berdampak pada krisis ekonomi berkepanjangan. Oleh sebab itu di era globalisasi sekarang ini, dalam keterpurukan ekonomi di Indonesia diharapkan dapat diterapkan kebijaksanaan dan peraturan yang baru untuk memperbaiki perekonomian bangsa sehingga rakyat yang menderita dapat dengan segera menikmati hasil perekonomian kita yang mapan di masa yang akan datang, baik bagi perekonomian yang bersifat makro maupun mikro.
Perkembangan lain yang sangat menggembirakan adalah terlaksananya sistem ganda dalam dunia pendidikan, hal ini berlangsung baik di lembaga pendidikan yaitu kerjasama sekolah dengan pihak usahawan dalam proses belajar mengajar. Kemajuan pembangunan perekonomian secara makro dapat juga berdampak timbulnya sekolah-sekolah unggul yang memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap karena dibiayai dan dimiliki oleh mayoritas orang-orang yang perekonomiannya mapan. Walaupun kebijakan dan program sekolah ini tidak sama dengan yang lain, diharapkan agar tidak terdapat pilih-kasih dalam menerima para siswa, artinya calon siswa dari latar belakang manapun hendaklah dapat diberikan kesempatan dalam menempuh pendidikan di sekolah unggulan tersebut dan yang paling penting adalah dapat menghasilkan output yang bermutu serta tidak menyimpang dengan tujuan pendidikan nasional Negara kita.
Menurut Mutrofin (1996), negara-negara maju hubungannya antara pendidikan dengan pembangunan ekonomi sangatlah jelas, dimana sistem pendidikan diorientasikan kepada kebutuhan ekonomi yang didasari pada teknologi tinggi, fleksibilitas dan mobilitas angkatan kerja. Dalam masa pembangunan di Negara kita sekarang ini, pengembangan ekonomi mendapat tempat strategis, dengan munculnya Link and Match, kebijaksanaan ini meminta dunia pendidikan menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang sesuai dengan pasaran kerja, mencakup mutu, dan jumlah serta jenisnya.

B.    Ekonomi Pendidikan
Peranan ekonomi dalam pendidikan cukup menentukan tetapi bukan sebagai pemegang peranan penting. Fungsi ekonomi dalam pendidikan adalah menunjang kelancaran proses pendidikan, bukan merupakan modal yang dikembangkan dan juga mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Disini peran ekonomi dalam sekolah juga merupakan salah satu bagian dari sumber pendidikan yang membuat anak mampu  mengembangkan afeksi, psikomotoris, dan kognisi, juga peran lain sebagai materi pelajaran dalam  masalah ekonomi dalam kehidupan manusia. Dalam memajukan dunia pendidikan tidak terlepas dari sumber dana pendidikan, baik dari pemerintah, lembaga-lembaga sosial dan masyarakat. Setelah dana ini diperoleh harus dikelola secara professional, baik dengan SP4 (Sistem Perencanaan Penyusunan Program dan Penganggaran) dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kebutuhan yang sah.
Kegunaan ekonomi dalam pendidikan adalah :
1.   Untuk membeli keperluan pendidikan yang tak dapat dibuat sendiri seperti prasarana dan sarana, media, alat peraga dan sebagainya.
2.   Membiayai semua perlengkapan gedung, seperti air, listrik telpon.
3.   Membayar jasa dari segala kegiatan pendidikan, dan meningkatkan motivasi kerja serta meningkatkan gairah kerja para personalia pendidikan.

C.    Pembiayaan Pendidikan
Dalam perspektif politik, sebelum berlakunya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sistem pendidikan Nasional mengacu pada UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana pendanaan tidak diatur secara khusus. Namun, dalam UU No. 20 tahun 2003, Pembiayaan Pendidikan sudah diatur secara khusus dalam Bab XIII.
Dalam mengelola dan merencanakan sumber dana maka ada tiga macam perencanaan biaya pendidikan yaitu:
1.     Perencanaan secara tradisional, yaitu merencanakan masing-masing pendidikan, masing-masing pendidikan tersebut ditentukan biayanya.
2.     SP4, pengaturan jenis-jenis kegiatan dalam pendidikan diatur dalam sistem, alokasi dana disusun berdasarkan realita dan semua kegiatan ditujukan pada pencapaian target pendidikan.
3.     ZBB (Zero Base Budgeting), hanya diatur untuk satu tahun anggaran.
Biaya merupakan harga sumber daya yang dikonsumsi untuk mencapai tujuan.  Dalam pembentukan biaya pada setiap kegiatan haruslah memperhatikan:
1.     Perubahan harga di pasar, dan perubahan jumlah barang yang diperlukan.
2.     Pertambahan jumlah siswa, dan peningkatan standar pendidikan
3.     Tingkat umur peserta didik.
Secara filosofis, pendidikan adalah sebagai penerang, pembebas dari kemiskinan dan berbagai belenggu lainnya. Proses pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan bukan merupakan suatu bentuk konsumsi semata-mata, namun juga merupakan suatu investasi.
Pusat perhatian mendasar konsep ekonomi adalah bagaimana mengalokasikan sumber-sumber yang terbatas untuk mencapai tujuan yang beraneka ragam yang mungkin tak terhingga jumlahnya. Pertimbangan ekonomis didasarkan pada kemampuan anggaran, sedangkan pertimbangan politis didasarkan pada tujuan masyarakat secara menyeluruh (Fattah, 1999). Masalah efisiensi dan relevansi berkaitan langsung dengan pendidikan. Konsep pembiayaan harus dilihat dari segi kualitasnya, dimana setiap upayanya dan pengorbanan yang diberikan untuk suatu tindakan dapat memberikan hasil yang lebih tinggi dan bermutu.
Biasanya biaya-biaya pendidikan diselidiki secara detil dengan menekankan perbedaan antara biaya sosial dan pribadi, dan antara total, rata-rata dan biaya marginal. Biaya pribadi dipikul oleh unit rumah tangga, sedangkan biaya sosial meliputi biaya-biaya pribadi dan biaya yang menyangkut antar anggota masyarakat secara luas.
Pendekatan yang digunakan selama ini adalah seluruh biaya yang dianggarkan oleh pemerintah dibagi dengan jumlah sekolah atau siswa sehingga menghasilkan satuan biaya pendidikan per-siswa atau per-sekolah. Pendekatan seperti ini sangat bergantung pada dana pemerintah. Kelemahan dari pendekatan ini adalah satuan biaya akan berubah-ubah tergantung pada kemampuan pemerintah.
Keseluruhan fungsi administrasi dan manajemen itu dapat dibagi menjadi dua klasifikasi utama yaitu : (1) fungsi-fungsi organik,yaitu semua fungsi yang mutlak harus dijalankan oleh administrasi dan manajemen. (2) fungsi pelengkap, yaitu semua fungsi yang meskipun tidak mutlak dijalankan oleh organisasi, namun sebaliknya dilaksanakan karena pelaksanaan fungsi-fungsi itu dengan baik akan meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan.
1.      Perencanaan Pembiayaan Pendidikan
Perencaanaan adalah suatu unsur yang esensial dalam proses administrasi (manajemen). Perencanaan adalah fungsi dasar manajemen yang berhubungan dengan masa depan mencakup perubahan dan ketidakpastian maka perencanaan harus dilakukan/ dimulai sebelum pelaksanaan, agar mencapai sesuatu yang efektif pentingnya perencanaan.
Anggaran sebagai rencana manajemen dalam berorganisasi dapat berjalan efektif jika didukung oleh semua tingkatan yaitu dengan mempertimbangkan aspek-aspek perilaku manusia, antara lain :
a. Partisipasi penyusunan anggaran yaitu keikutsertaan semua komponen dalam penyusunan anggaran.
b. Kejelasan sasaran anggaran yaitu sejauh mana anggaran ditetapkan secara jelas dan spesifik sehingga dapat dipahami oleh para pelaksana.
c. Pencapaian sasaran anggaran bisa terwujud dengan syarat sasaran anggaran diterima dengan jelas oleh manajer yang bertanggung jawab untuk pencapaiannya.
d. Keadilan Negara, aspek keadilan dalam tingkat kesulitan  anggaran sesuai dengan teori keadilan.
2. Pelaksanaan Pembiayaan Pendidikan yaitu pengorganisasian pembiayaan pendidikan dan penggerakan pembiayaan pendidikan.
3. Pengendalian pembiayaan pendidikan
Dalam pelaksanaan pendidikan, khususnya pada saat mengelola pembiayaan pendidikan harus memiliki konsep efisiensi dan produktif. Ada 3 konsep produktivitas yang memiliki penekanan berbeda yaitu :
a.      Produktivitas menekan pada pemanfaatan sumber daya, yang sering kali diikuti dengan pengurangan biaya dan rasionalisasi modal, fokus utamanya adalah pada produksi.
b.      Kualitas lebih  menekankan aspek kepuasan pelanggan dan pendapatan. Fokus utamanya adalah customer utility.
c.      Profitabilitas merupakan hasil dari hubungan antara penghasilan (income), biaya, dan modal yang digunakan.
Secara formal, produktivitas adalah suatu ukuran ringkas atas kuantitas dan kualitas kinerja dengan penggunaan sumber daya yang ditetapkan. Ada dua ukuran produktivitas yaitu : (1) ukuran produktivitas parsial dan (2) ukuran produktivitas total. Ukuran produktivitas parsial bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan secara efisien input tunggal, sedangkan ukuran produktivitas total bertujuan untuk menilai efisiensi dari seluruh input. Sekolah yang produktif secara akal sehat adalah sekolah yang “baik” dan “efektif”.

D.    Sumber-Sumber Biaya Pendidikan dan Penggunaanya
Sumber pembiayaan merupakan ketersedian sejumlah uang atau barang dan jasa bagi penyelenggara pendidikan. Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Hal tersebut sangat dirasakan khususnya dalam pelaksanaan MBS yang menuntut kemampuan sekolah untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi serta mempertanggung jawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah.
Sumber pembiayaan merupakan ketersediaan sejumlah uang atau barang dan jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang bagi penyelenggara pendidikan. Dalam penyelenggaraan pendidikan, pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pembahasan manajemen pendidikan karena pembiayaan merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan-kegiatan proses belajar mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan lain bersama komponen-komponen pendukung lainnya.
Dalam teori dan praktek pendanaan pendidikan dikenal beberapa biaya pendidikan:
1.    Biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak lansung (indirect cost) biaya lansung adalah segala pengeluaran yang secara lansung menunjang penyelenggaan pendidikan, biaya tidak lansung adalah pengeluaran yang secara tidak lansung menunjang proses pendidikan tetapi memungkinkan proses pendidikan tersebut terjadi di sekolah, misalnya biaya hidup siswa, biaya transportasi ke sekolah, biaya jajan, biaya kesehatan dan harga kesempatan(oportunitiniti cost).
2.    Biaya pribadi (privet cost) dan biaya sosial (social cost). Biaya pribadi adalah pengeluaran keluarga untuk pendidikan atau dikenal juga pengeluaran rumah tangga (household expenditure). Biaya sosial adalah biaya yang di keluarkan oleh masyarakat untuk pendidikan baik melalui sekolah maupun melalui pajak yang di himpun oleh pemerintah kemudian disalurkan dan digunakan untuk membiayai pendidikan. Biaya yang dikeluarkan pemerintah pada dasarnya termasuk biaya sosial.
3.    Biaya dalam bentuk uang (moneteri cost) dan bukan uang (non-moneteri cost) dalam kenyataannya, ketiga kategori biaya pendidikan tersebut dapat ”bertumpang tindih” misalnya ada biaya pribadi dan sosial yang bersifat lansung dan tidak lansung serta berupa uang dan bukan uang dan ada juga biaya lansung dan tidak lansung serta biaya pribadi dan sosial yang dalam bentuk uang maupun bukan uang.
Menurut Mulyasa (2004: 48), sumber pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan kepada tiga sumber, sumber-sumber tersebut antara lain:
1.     Pemerintah (pemerintah pusat dan daerah).
2.     Orang tua/ peserta didik.
3.     Masyarakat.
Dalam UU Nomor 20 tahun 2003, pendanaan pendidikan sudah diatur secara khusus dalam Bab XIII:
a.      Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Masyarakat.
b.     Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan keberlanjutan.
c.      Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik.
1.     Pembiayaan dari pemerintah.
Sumber utama pembiayaan pendidikan adalah dari pemerintah, baik dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah Daerah. Sumber Dari Pemerintah Pusat dan Daerah berupa APBN dan APBD melalui DAU dan DAK, dana BOS dan block grant. Sumber-sumber pendapatannya berasal dari:
a.      Sumber daya alam, seperti hasil dari eksplorasi tambang emas, minyak, gas, batu bara, hasil hutan, hasil kelautan dan sebagainya.
b.     Hasil industri/ perusahaan BUMN, BUMD, industri, pariwisata dan sebagainya.
c.      Pajak bumi dan bangunan, kekayaan, penghasilan perorangan, pendapatan penjualan, kendaraan bermotor dan sebagainya.
Saat ini, pembiayaan pendidikan oleh Negara Indonesia dari APBN adalah 20% dan program- program bantuan pemerintah untuk sekolah ataupun untuk siswa sudah banyak yang dicanangkan. Khusus untuk Daerah Aceh, Pengalokasian dana bagi pendidikan dirasakan sudah sangat baik dan maksimal. Hal tersebut terlihat pada perhatian yang sangat tinggi dari pemerintah Aceh melalui Qanun Nomor 5 Pasal 17 tahun 2008 yang menyatakan bahwa:
  1. Pengelolaan tambahan Dana Bagi Hasil minyak dan gas bumi yang merupakan pendapatan dalam APBA untuk pendidikan.
  2. Pengelolaan Dana Otonomi Khusus yang merupakan pendapatan dalam APBA untuk pendidikan.
  3. Pengaturan alokasi dana pendidikan antara Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/ kota.
  4. Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang berwawasan keunggulan sesuai kewenangannya.
  5. Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan sesuai kewenangannya.
  6. Bantuan dana pendidikan kepada satuan dan/ atau lembaga pendidikan tinggi yang dilakukan secara langsung dalam bentuk hibah (block grant).

Dalam penjelasan Qanun No. 5 tahun 2008 diperjelas lagi bahwa dari semua dana bagi hasil minyak dan bumi di tingkat provinsi, maksimal 40% dialokasikan untuk pendidikan, sedangkan di tingkat kabupaten/ kota maksimal 60%. Mengenai besarnya dana untuk pendidikan dijelaskan dalam BAB XI tentang Pendanaan Pendidikan, pasal (43) yang menegaskan:
a.      Pendanaan pendidikan di Aceh merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat.
b.     Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/ kota memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja kabupaten/kota (APBK) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan di Aceh. Pemerintah Aceh akan memberikan tunjangan khusus kepada kelompok ini. Keputusan itu tertulis pada Pasal (38) ayat (2): Setiap guru yang bertugas di daerah terpencil atau di sekolah luar biasa (SLB) memperoleh tunjangan khusus yang besarannya ditetapkan dalam keputusan Gubernur.

Berdasarkan peraturan-peraturan pemerintah yang telah disebutkan di atas, tunjangan untuk pendidikan seharusnya sudah cukup memadai. Namun karena pelaksanaannya yang belum tepat, pendidikan kita dapat dikatakan masih ketinggalan jika dibandingkan dengan Negara lain. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, dan masih banyaknya kebocoran dana pendidikan di mana-mana dan system yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga target pendidikan yang seharusnya sudah berkembang dengan cepat, dirasakan sekarang hanya berjalan dengan lambat.
2.     Orang Tua/ keluarga
Pembiayaan dari orang tua atau keluarga biasanya dapat berupa SPP, iuran komite dan biaya pengembangan peserta didik secara pribadi.
3.     Masyarakat
Biaya yang berasal dari masyarakat berupa sumbangan dari perorangan, lembaga, kelompok pengusaha, penyandang modal dan sebagainya.


4.     Sumber sumber lainnya
Sumber-sumber lainnya dari biaya pendidikan dapat diperoleh dari bantuan luar negri, pinjaman dari Negara lainnya, pemberian  block grant/ hibah dari lembaga-lembaga asing ataupun bantuan dalam negeri berbentuk yayasan dan swadana yayasan bakti sosial maupun yayasan lainnya.
Sumber-sumber pendanaan pendidikan harus ditentukan berdasarkan atas prinsip keadilan, kecukupan dan keberlangsungan (Pasal 47 ayat 1 UU Sisdiknas). Keadilan yang sebenarnya adalah keadilan proporsional dinamis yaitu setiap penyumbang atau yang berkewajiban membiayai pendidikan seharusnya sesuai dengan kondisi ekonominya. Kecukupan yang dimaksud adalah dana yang dihimpun untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk mencapai mutu yang diharapkan dan sesuai dengan standar pendidikan nasional. Sedangkan berkelanjutan memiliki makna bahwa pendidikan dilaksanakan secara terus-menerus dengan sumber dana yang juga terus mengalir dan tidak pernah berhenti.
Dalam pengelolaannya, dana pendidikan harus digunakan secara efektif dan efisien. Adapun faktor utama dalam menentukan tingkat keefesienannya adalah dalam penggunaan uang, proses kegiatan pendidikan, dan hasil kegiatan yang telah dilakukan. Penggunaan dana secara efektif adalah jika dengan dana tersebut, tujuan dari kegiatan pendidikan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dapat dicapai dengan relatif sempurna.

E.    Pengalokasian Dana Pendidikan
Permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia adalah pemerataan, mutu, relevansi,  efektivitas manajemen, dan manajemen pendidikan yang semuanya terkendala pada penggunaan anggaran/ biaya yang dikeluarkan dan yang dilaksanakan setengah sentralistik dan setengah otonomi, dipandang kurang mendorong terjadinya demokratisasi pengelolaan pendidikan, terutama dalam kebutuhan pembiayaan pendidikan di daerah, sekolah, peserta didik dan pengelola pendidikan.
Kebutuhan dana untuk kegiatan operasional secara rutin dan pengembangan program pendidikan secara berkelanjutan sangat dirasakan setiap pengelola lembaga pendidikan. semakin banyak kegiatan yang dilakukan maka semakin banyak dana yang dibutuhkan. Untuk itu kreativitas setiap pengelola pendidikan dalam menggali dana dari berbagai sumber akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan program pendidikan baik rutin maupun pengembangan di lembaga yang bersangkutan.
Tujuan Manajemen Keuangan Pendidikan:
·       Dalam perspektif administrasi publik, tujuan manajemen keuangan pendidikan adalah membantu pengelolaan sumber keuangan organisasi pendidikan serta menciptakan mekanisme pengendalian yang tepat, bagi pengambilan keputusan keuangan yang dalam pencapaian tujuan organisasi pendidikan yang transparan, akuntabel dan efektif.
·       Pengendalian yang baik terhadap administrasi manajemen keuangan pendidikan akan memberikan pertanggungjawaban sosial yang baik kepada berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder)
Untuk itu, dibutuhkan informasi tentang sumber-sumber pembiayaan pendidikan agar biaya yang ada dapat digunakan secara efisien dan efektif dalam pengelolaan biaya pendidikan di Indonesia.
F.     Efisiensi dan Efektivitas Pembiayaan Pendidikan
Konsep efisiensi selalu dikaitkan dengan efektivitas. Efektivitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relatif terhadap harganya. Dalam dunia pendidikan, suatu pendidikan yang efisien dan efektif cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien dengan pengelolaan yang efektif. Program pendidikan yang efektif dan efisien adalah mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan tercapai tujuan yang tidak mengalami hambatan.
1.     Efektivitas
Efektif adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi (characterized by qualitative outcomes). Manajemen pembiayaan dikatakan memenuhi prinsip efektif apabila kegiatan yang dilakukan dapat mengatur biaya aktivitas dalam rangka mencapai tujuan kualitatif outcomes sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Efektivitas biaya adalah kemampuan mencapai sasaran dan target sesuai dengan yang direncanakan.
Prinsip-prinsip untuk menilai efektivitas adalah:
a.      Menilai efektivitas yang berkaitan dengan problem tujuan dan alat untuk memproses input menjadi output.
b.     Sistem yang dibandingkan harus sama/ homogeny. Misalnya tingkat pendidikan, kecakapan, sosial ekonomi dan sebagainya.
c.      Mempertimbangkan semua output. Misal jumlah siswa lulus dan kualitas kelulusan.
d.     Korelasi diharapkan bersifat kualitas, hubungan antara alat proses dan output harus berkualitas.
2.     Efisiensi
Efisiensi adalah kemampuan menggunakan biaya dengan baik dan tepat. Pembiayaan dikatakan efisien manakala pencapaian sasaran atau target diperoleh dengan pengorbanan yang lebih kecil atau dengan biaya yang minimum.
Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Efficiencycharacterized by quantitif uotputs”. Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan kuadran (out put) atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya, perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal:
a.      Dilihat dari segi penggunaan waktu, tenaga, dan biaya. Kegiatan ini dapat dikatan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga, dan biaya sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.
b.     Dilihat dari segi hasil kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya.
Tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi memungkinkan terselenggaranya pelayanan masyarakat secara memuaskan dengan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab. Dalam dunia pendidikan, terdapat beberapa model Pembiayaan:
1.     Model Dana Bantuan Murni (Flat Grant Model). Merupakan uang bantuan negara yang dibagikan pada sekolah di daerah tanpa memperhitungkan pertimbangan kemampuan pembayaran pajak daerah setempat, yang didasarkan pada jumlah siswa yang harus dididik.
2.     Model Landasan Perencanaan (Foundation Plan Model)
Negara tanpa mempertimbangkan kekayaan & pajak daerah memberikan dana kepada daerah yang miskin lebih banyak untuk setiap siswanya dibandingkan dengan daerah yang makmur. Tujuannya adalah untuk menjaga sekolah dari kehancuran lebih parah (pada daerah yang miskin).
3.     Model Perencanaan Pokok Jaminan Pajak (Guaranted Tax Base Plan)
Model ini dibatasi dengan menentukan penafsiran penilaian per siswa yang menjadi jaminan negara diperuntukkan bagi wilayah sekolah setempat. Bantuan negara menjadi berbeda antara apa yang diterima daerah per-siswa dengan jaminan negara per-siswa. Pembagian presentasenya sangat tinggi di sekolah distrik yang miskin, dan rendah di sekolah distrik yang kaya/ sejahtera.
4.     Model Persamaan Persentase (Persentage Equalizing Model)
Model ini dikembangkan tahun 1920-an, lebih banyak memberikan sumbangan yang dibutuhkan pada tiap murid & guru ke daerah-daerah yang kurang makmur. Dalam program yang sama, jumlah pembayaran yang disetujui dihitung bagi setiap siswa, tiap guru, atau bagian lain yang di butuhkan. Jumlah yang diperlukan berubah-ubah tiap bagian sesuai keperluan.
5.     Model Perencanaan Persamaan Kemampuan (Power Equalizing Plan)
Model ini menghendaki distrik yang kaya membayar pajak sekolah yang dikumpulkan kembali ke negara. Selanjutnya negara menggunakan uang dari sekolah distrik yang kaya itu untuk meningkatkan bantuan sekolah pada distrik yang lebih miskin.
6.     Model Pendanaan Negara Sepenuhnya (Full State Funding Model)
Model ini merupakan rencana yang dirancang untuk mengeliminir perbedaan local dalam hal pembelanjaan dan perpajakan. Pendanaan sekolah akan dikumpulkan ditingkat negara dan diberikan ke sekolah distrik dengan dasar yang sama. Asas keadilan tentang perlakuan terhadap siswa dan pembayar pajak, serta pembiayaan pendidikan berdasarkan tingkat kekayaan yang dimiliki. Untuk menghindari banyaknya anak pada masyarakat miskin meninggalkan pendidikan sehingga muncul masalah pengangguran dan kesejahteraan bagi generasi penerusnya.
7.     Model Sumber Pembiayaan (The Resources Cost Model)
Model ini dikembangkan Hambers dan Parrish yang menyediakan suatu proses penentuan pembiayaan pendidikan yang mencerminkan kebutuhan berbeda dari kondisi ekonomi di setiap daerah. Model ini tidak bersangkutan dengan pendapatan pajak maupun kekayaan suatu daerah.
8.     Model Surat Bukti/ Penerimaan (Models of Choice and Voucher Plans)
Model ini memberikan dana untuk pendidikan langsung kepada individu atau institusi rumah tangga berdasarkan permintaan pendidikan. Mereka diberikan surat bukti penerimaan dana untuk bersekolah melalui sistem voucher yang mencerminkan subsidi langsung kepada pihak yang membutuhkan yaitu murid.
9.     Model Rencana Bobot Siswa (Weight Student Plan). Adalah model yang mempertimbangkan siswa-siswa berdasarkan proporsinya. Contoh siswa yang cacat, siswa program kejuruan atau siswa yang pandai dua bahasa.
10.   Model Berdasarkan Pengalaman (Historic Funding). Model ini sering disebut Incrementalism, dimana biaya yang diterima satu sekolah mengacu pada penerimaan tahun yang lalu, dengan hanya penyesuaian.
11.  Model Berdasarkan Usulan (Bidding Model). Model ini sekolah mengajukan usulan pada sumber dana dengan berbagai acuan, kemudian sumber dana meneliti usulan yang masuk, dan menyesuaikan dengan kriteria.
12.  Model Berdasarkan Kebijaksanaan (Descretion Model). Model ini penyandang dana melakukan studi terlebih dahulu untuk mengetahui komponen-komponen apa yang perlu dibantu berdasarkan prioritas pada suatu tempat dari hasil eksplorasinya.
Dalam perkembangan perencanaan dan penggunaan pembiayaan pendidikan dikenal model:
1.     Model Sentralistik, model ini menggunakan dua program yaitu pembangunan dan rutin.
2.     Model Desentralisasi. Perencanaan pembiayaan dilakukan di tingkat pusat dan daerah.
Bentuk-bentuk dana pusat dan daerah:
1.     Dana alokasi umum bersifat Blok Grant untuk mengatasi masalah ketimpang horizontal.
2.     Dana bagi hasil dana pertimbangan untuk mengetasi masalah ketimpangan vertical.
3.     Dana alokasi khusus sifatnya khusus atau Spesific Grant untuk memenuhi biaya khusus
4.     Dana kontijensi adalah dana bantuan bagi daerah yang kekurangan anggaran dari DAU dan bagi hasil.


Biaya operasi satuan pendidikan meliputi:
·       Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji.
·       Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai.
·       Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya.
Biaya dan ekonomi pendidikan merupakan komponen yang sagat penting dalam penyelenggarakan pendidikan. Dapat dikatakan bahwa proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa adanya dukungan biaya. dalam konteks perencanaan pendidikan pembiayaan pendidikan baik pada tingkat makro maupun pada tingkat mikro sangatlah di perlukan, berdasarkan pemahaman ini, dapatlah di kembangkan kebijakan pembiayaan pendidikan yang lebih tepat serta mengarah pada pencapaian tujuan.
Pada era otonomi sekarang ini, alokasi dana atau perhatian dari pemerintah sudah dirasakan cukup. Namun, masih banyak persoalan-persoalan pendidikan lainnya yang turut mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia saat ini. Perhatian di bidang pendidikan moral merupakan suatu hal yang sangat penting. Karena dengan moral yang tinggi, suatu bangsa akan dapat membangun dirinya ke arah yang lebih baik dan sesuai dengan harapan.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Masalah pembiayaan harus di pecahan secara bersama, jika ingin mendapatkan peluang yang maksimal bagi semua penyelenggara pendidikan agar dapat berkembang. Pembiayaan mandiri merupakan cara pemecahan yang sangat hakiki bagi penyelenggara pendidikan yang benar-benar ingin berkembang dan keluar dari masalah pembiayaan. Jika berkaitan dengan masalah pendanaan, maka sebaiknya menggunakan sistem manajemen terbuka agar semua keadaan lembaga pendidikan yang baik dan buruk dapat diketahui dengan cepat dan dapat dicari solusi terbaik
B.    Saran
Sumber pembiayaan pendidikan yang melimpah tidak menjadi jaminan bagi peningkatan mutu. Jika penggunaan dana tidak direncanakan, salah sasaran, salah pengelolaan, tidak ada pengawasan, akuntabilitas rendah, sanksi yang tidak tegas yang diberikan bagi penyeleweng, ketimpangan dalam dunia pendidikan akan selalu terjadi yang mengakibatkan tidak tepatnya sasaran pendidikan. Karena itu, pendidikan moral dirasakan sangat penting ditanamkan guna menghindari penyimpangan-penyimpangan dalam pengelolaan pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2009. Sekilas tentang qanun penyelenggaraan pendidikan di Aceh. http://www.idlo.org/docNews/308DOC1.pdf.
Arifin, Anwar. 2006. Format Baru Pengelolaan Pendidikan. Jakarta: Pustaka Indonesia.
Fattah, Nanang. 2004. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Hamadah, Zulfiah. 2003. Sumber-Sumber, Efisiensi dan Efektivitas pembiayaan Pendidikan.
Hasbullah. 2007. Otonomi Pendidikan. Jakarta: PT. RjaGrafindo Persada.
Kotler, Philip and Karen F.A. Fox. 1985. Strategic Marketing for Educational Institutions. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Mulyasa, E. 2004. Manajemen Berbasis sekolah. Bandung: PT. Remaja Rodakarya.
Mutrofin (1996). Pendidikan, Ekonomi dan SDM Produktif Transformasi Pendidikan di Indonesia dan Tantangannya di masa depan. Jakarta: IKIP Muhammadiyah Jakarta Press.
Ruslan, Agus. Dana Pendidikan Si Amerika Serikat. http://re-searchengines.com/agusruslan2-6-07-3.html
Samroni, Imam. 2009. Mewaspadai inflasi biaya pendidikan. http://imamsamroni.wordpress.com/2009/08/31/mewaspadai-inflasi-biaya-pendidikan/.
Sholeh, Munawar. 2007. Cita-Cita Realita Pendidikan. Jakarta: Institute for Public Education.
Supriadi. 2003. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Menengah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Thomas, J. Alan, tt. The Productive School. New York:  Jhon Wiley dan Sons, Inc.
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. 2006. UU RI No. 20 Tahun 2003. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Selasa, 16 Agustus 2011

SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PERHITUNGAN MINGGGU EFEKTIF SELAMA SATU TAHUN Semester Bulan Jumlah Ket Minggu Minggu Efektif Minggu Tidak Efektif 1 Juli 4 3 1 Libur Awal Tahun Pelajaran Agustus 5 3 2 Libur Ramadhan September 5 3 2 Libur Idul Fitri Oktober 4 4 - November 5 5 - Desember 5 3 2 Libur Semester Jumlah 28 21 7 2 Januari 5 4 1 Libur awal semester Februari 4 4 - Maret 5 4 1 April 4 2 2 Libur Perkiraan UN Mei 5 4 1 Juni 4 2 2 Libur Akhir Semester Jumlah 27 20 7 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM KTSP SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Kelas : X Ak 1 & 2, 3 Tahun Pelajaran : 2011 / 2012 Standar Kompetensi : Mengerjakan Persamaan Dasar Akuntansi Kode : B.1 NO Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu Ket 1 Memahami Dasar – Dasar Akuntansi • Pengertian Akuntansi dijelaskan dengan benar • Indikator spesialisasi dalam akuntansi ter identifikasi • Tugas – Tugas jabatan dalam Akuntansi terdiskripsikan • Pihak – Pikak yang membutuhkan informasiteridentifikasi 4 2 Mencatat transaksi dalam persamaan dasar akuntansi • Transaksi keuangan teridentifikasi • Bentuk – bentuk persamaan dasar akuntansi • Transaksi dibukukan ke dalam persamaan dasar akuntansi 6 3 Menyusun laporan keuangan dari persaman dasar akuntansi • Harta , Utang dan Modal telah dikelompokan • Laporan keuangan tersusun 8 Jumlah 18 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM KTSP SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Kelas : X Ak 1 & 2, 3 Tahun Pelajaran : 2011 / 2012 Standar Kompetensi : Mengelola Bukti Transaksi Kode : B.2 NO Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu Ket 1 Menyiapkan bukti transaksi keuangan • Peralatan yang dibutuhkan untuk penyiapan bukti transaksi tersedia • Bukti transaksi keuangan yang diperlukan tersedia 6 2 Menganalisa bukti transaksi keuangan • Akun – Akun terkait yang akan di debit dan di kredit teridentifikasi • Jumlah rupiah akun – akun yang akan didebit dan di kredit teridentifikasi 6 3 Menyimpan bukti transaksi • Peralatan yang dibutuhkan untuk penyimpanan bukti transaksi tersedia • Bukti transaksi keuangan tersimpan 6 Jumlah 18 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM KTSP SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Kelas : X Ak 1 & 2, 3 Tahun Pelajaran : 2011 / 2012 Standar Kompetensi : Mengelola buku jurnal Kode : AK – JS-012A; AK-DG-015A; AK-MN-017A NO Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu Ket 1 Menyiapkan pengelolaan buku jurnal Peralatan untuk pengelolaan jurnal tersedia • Data transaksi yang diperlukan tersedia • Data transaksi diidentifikasi • Pengelolaan buku jurnal siap di kerjakan 10 2 Melakukan pencatatan transaksi dalam jurnal • Akun – akun yang akan didebit dan dikredit teridentifikasi • Jumlah rupiah akun – akun yang akan didebit dan dikredit teridentifikasi • Buku jurnal yang diperlukan untuk keperluan pencatatan transaksi teridentifikasi • Transaksi tercatat dalam buku jurnal yang tepat dan dalam jumlah yang benar 16 3 Melakukan rekapitulasi jurnal • Jumlah debit dan kredit pada buku jurnal tersajikan dalam jumlah angka yang sama • Rekapitulasi untuk setiap akun tersajikan sesuai dengan format yang telah ditetapkan 10 Jumlah 36 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM KTSP SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Kelas : X Ak 1 & 2, 3 Tahun Pelajaran : 2011 / 2012 Standar Kompetensi : Mengelola buku besar Kode : AK-JS-013A; AK-DG-016A; AK-MN-018A NO Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu Ket 1 Mempersiapkan penngelolaan buku besar • Peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolaanbuku besar dan buku pembantu tersedia • Buku besar yang dibutuhkan tersedia • Rekapitulasi jurnal tersedia • Bukti – bukti transaksi tersedia • Buku pembantu yang diperlukan tersedia 6 2 Membukukan jumlah angka dari jurnal ke buku besar • Akun – akun dalam buku besar yang diperlukan telah teridentifikasi • Jumlah yang ada dalam rekapitulasi jurnal terbukukan 9 3 Melakukan pencocokan saldo akun dalam buku besar dengan buku pembantu • Selisih ( kurang / lebih ) saldo akun dalam buku besar dan pembantu teridentifikasi • Selisih (kurang/Lebih) saldo akun dalam buku besar dan pembantu terbukukan 6 4 Menyusun daftar saldo akun dalam buku besar • Dalam saldo akun dalam buku besar tersajikan sesuai dengan format yang telah ditetapkan 6 Jumlah 27 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM KTSP SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Kelas : X Ak 1 & 2, 3 Tahun Pelajaran : 2011 / 2012 Standar Kompetensi : Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Kode : AK-JS-014A; AK-DG-017A NO Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu Ket 1 Menyiapkan proses penyusunan laporan keuangan. • Peralatan yang dibutuhkan untuk penyusunan laporan keuangan tersedia • Daftar saldo akun dalam buku besar tersedia • Kertas kerja penyusunan laporan keuangan tersedia • Dokumen jurnal penyesuaian tersedia • Buku jurnal, buku besar dan buku pembantu yang akan dipergunakan dalam proses penyesuaian tersedia 10 2 Menyusun neraca lajur • Neraca lajur tersajikan • Jumlah rupiah debit dan kredit menunjukan jumlah angka yang sama tersajikan 20 3 Menyusun laporan keuangan • Data yang diperlukan untuk keperluan penyusunan laporan keuangan teridentifikasi • Laporan laba – rugi , neraca laporan modal atau laporan saldo laba , laporan arus kas dan laporan tambahan lain yang diperlukan perusahaan tersajikan. 15 Jumlah Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM KTSP SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Kelas : X Ak 1 & 2, 3 Tahun Pelajaran : 2011 / 2012 Standar Kompetensi : Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Kode : AK-JS-014A; AK-DG-017A NO Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu Ket 4 Membuat jurnal penyesuaian • Dokumen jurnal penyesuaian teridentifikasi • Akun yang didebit dan dikredit teridentifikasi • Jumlah rupiah akun yang didebit dan dikredit teridentifikasi • Jurnal penyesuaian tercatat • Rekapitulasi jurnal penyesuaian untuk setiap akun tersajikan 10 5 Membukukan jurnal penyesuaian • Akun buku besar dan buku pembantu yang diperlukan yang diperlukan teridentifikasi • Jurnal penyesuaian terbukukan 8 6 Membuat jurnal penutup • Dokumen jurnal penutup teridentipikasi • Akun yang didebit dan dikredit teridentifikasi • Jumlah rupiah akun yang didebit dan dikredit teridentifikasi • Jurnal penutup tercatat • Rekapitulasi jurnal penuytup untuk setiap akun tersajikan 10 Jumlah Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM TAHUNAN KURIKULUM KTSP SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Kelas : X Ak 1 & 2, 3 Tahun Pelajaran : 2011 / 2012 Standar Kompetensi : Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Kode : AK-JS-014A; AK-DG-017A NO Kompetensi Dasar Indikator Alokasi Waktu Ket 7 Membukukan jurnal penutup • Akun buku besar dan buku pembantu yang diperlukan teridentifikasi • Jurnal penutup terbukukan 8 8 Menyusun daftar saldo setelah penutupan • Data yang akan dipergunakan untuk keperluan penyusunan daftar saldo setelah penutupan teridentifikasi • Daftar saldo setelah penutupan tersajikan 10 Jumlah 91 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM SEMESTER Mata Diklat : Produktif Akuntansi Program study : Akuntansi Kelas / Tingkat : X/1 Semester : 1 ( satu ) A. Alokasi waktu No Bulan Jumlah Minggu Minggu Efektif Minggu tidak Efektif Ket 1 Juli 4 3 1 2 Agustus 5 3 2 3 September 5 3 2 4 Oktober 4 4 - 5 Nopember 5 5 - 6 Desember 5 3 2 Jumlah 28 21 7 Jumlah Minggu Efektif = 21 Minggu Jumlah Jam Efektif = …………….x………..Jam= ……….. Jam B. Distribusi Jam Pelajaran No Kompetensi Dasar Jam Pelajaran Ket 1 Memahami Dasar – Dasar Akuntansi 4 2 Mencatat transaksi dalam persamaan dasar akuntansi 6 3 Menyusun laporan keuangan dari persaman dasar akuntansi 8 4 Menyiapkan bukti transaksi keuangan 6 5 Menganalisa bukti transaksi keuangan 6 6 Menyimpan bukti transaksi 6 7 Menyiapkan pengelolaan buku jurnal 10 8 Melakukan pencatatan transaksi dalam jurnal 16 9 Melakukan rekapitulasi jurnal 10 Jumlah 72 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG Jl. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jak – SeL ( 021 ) 788-44-934 website : www. smkbhayangkari.org PROGRAM SEMESTER Mata Diklat : Produktif Akuntansi Program study : Akuntansi Kelas / Tingkat : X/1 Semester : 2 (Dua) A. Alokasi waktu No Bulan Jumlah Minggu Minggu Efektif Minggu tidak Efektif Ket 1 Januari 5 4 1 2 Februari 4 4 - 3 Maret 5 4 1 4 April 4 2 2 5 Mei 5 4 1 6 Juni 4 2 2 Jumlah 27 20 7 Jumlah Minggu Efektif = 21 Minggu Jumlah Jam Efektif = ……..x…….Jam = …….. Jam B. Distribusi Jam Pelajaran No Kompetensi Dasar Jam Pelajaran Ket 1 Mempersiapkan penngelolaan buku besar 6 2 Membukukan jumlah angka dari jurnal ke buku besar 6 3 Melakukan pencocokan saldo akun dalam buku besar 6 4 Menyusun daftar saldo akun dalam buku besar 6 5 Menyiapkan proses penyusunan laporan keuangan. 10 6 Menyusun neraca lajur 20 7 Menyusun laporan keuangan 15 8 Membuat jurnal penyesuaian 10 9 Membukukan jurnal penyesuaian 8 10 Membuat jurnal penutup 10 11 Membukukan jurnal penutup 8 12 Menyusun daftar saldo setelah penutupan 10 Jumlah 115 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E PROGRAM SEMESTER KURIKULUM KTSP TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011 Program Diklat : Produktif Akuntansi Program Keahlian : Akuntansi Kelas / Tingkat : X / 1 Jumlah Jam Tatap Muka Perminggu : 7 X 45 Menit Semester : 1 ( Satu ) No Unit Kompetensi / Sub kompetensi Alokasi Waktu Juli Agustus September Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 I Mengerjakan Persamaan Dasar Akuntansi 1 Memahami Dasar – Dasar Akuntansi 4 2 Mencatat transaksi dalam persamaan dasar akuntansi 6 3 Menyusun laporan keuangan dari persaman dasar akuntansi 8 II Mengelola Bukti Transaksi 1 Menyiapkan bukti transaksi keuangan 6 2 Menganalisa bukti transaksi keuangan 6 3 Menyimpan bukti transaksi 6 III Mengelola Buku Jurnal 1 Menyiapkan pengelolaan buku jurnal 10 2 Melakukan pencatatan transaksi dalam jurnal 16 3 Melakukan rekapitulasi jurnal 10 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E PROGRAM SEMESTER KURIKULUM KTSP TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011 Program Diklat : Produktif Akuntansi Program Keahlian : Akuntansi Kelas / Tingkat : X / 1 Jumlah Jam Tatap Muka Perminggu : 7 X 45 Menit Semester : 2 ( Dua) No Unit Kompetensi / Sub kompetensi Alokasi Waktu Januari Februari Maret April Mei Juni 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 I Mengelola Buku Besar 1 Mempersiapkan penngelolaan buku besar 6 2 Membukukan jumlah angka dari jurnal ke buku besar 6 3 Melakukan pencocokan saldo akun dalam buku besar dengan buku pembantu 6 4 Menyusun daftar saldo akun dalam buku besar 6 II Menyusun Laporan Keuangan Jasa dan Dagang 1 Menyiapkan proses penyusunan laporan keuangan. 10 2 Menyusun neraca lajur 20 3 Menyusun laporan keuangan 15 4 Membuat jurnal penyesuaian 10 5 Membukukan jurnal penyesuaian 8 6 Membuat jurnal penutup 10 7 Membukukan jurnal penutup 8 8 Menyusun daftar saldo setelah penutupan 10 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester : X / 1 Pertemuan Ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 6 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengerjakan perssamaan dasar akuntansi Kompetensi Dasar : Memahami dasar dasar akuntansi Indikator : * Memahami pengertian akuntansi • Mendeskripsikan spesialisasi adalam akuntansi • Mendeskripsikan tugas jabatan dalam akuntansi • Mendeskripsikan pihak yang membutuhkan informasi I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa diharapkan dapat a. Menyebutkan pengertian akuntansi b. Menjelaskan spesialisasi dalam akuntansi II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN ( Materi Pokok )  Pengertian Akuntansi  Spesialisasi dalam akuntansi III. PEMBENTUKAN NILAI – NILAI KEBANGSAAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab IV. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Diskusi Kelompok  Praktek IV. LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN Ke 1 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar dan Indikator yang akan dipelajari.  Memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mempelajari Akuntansi dalam kehidupan sehari – hari.  Mengarahkan siswa cara mempelajari materi Persamaan Dasar Akuntansi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang : a. Pengertian Akuntansi b. Indikator spesialisasi dalam akuntansi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku – buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan Umpan Balik atas pertanyaan dari Siswa  Menegaskan pemahaman tentang persamaan dasar akuntansi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhr ( Penutup 15 Menit )  Membuat resume / rangkuman secara bersama – sama tentang bahasan : a. Pengertian Akuntansi b. Indikator spesialisasi dalam akuntansi  Mengadakan latihan / evaluasi  Penugasan / observasi  Mengadakan post test PERTEMUAN Ke 2 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar dan Indikator yang akan dipelajari.  Memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mempelajari Akuntansi dalam kehidupan sehari – hari.  Mengarahkan siswa cara mempelajari materi Persamaan Dasar Akuntansi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang : a . Deskripsi tugas dalam jabatan dalam bidang akuntansi b. Pihak – pihak yang membutuhkan informasi c. Prinsip – prinsip akuntansi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku – buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan Umpan Balik atas pertanyaan dari Siswa  Menegaskan pemahaman tentang persamaan dasar akuntansi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhr ( Penutup 15 Menit )  Membuat resume / rangkuman secara bersama – sama tentang bahasan : a. Pengertian Akuntansi b. Indikator spesialisasi dalam akuntansi c. Deskripsi tugas dalam jabatan dalam bidang akuntansi d. Pihak – pihak yang membutuhkan informasi e. Prinsip – prinsip akuntansi  Mengadakan latihan / evaluasi  Penugasan / observasi  Mengadakan post test V. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Laptop  Format / Dokumen yang diperlukan  LCD ( Fokus ) B.Sumber :  Buku modul  Buku sumber yang relevan VI. Penilaian  Test Tetulis berbentuk pilihan ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk soal-soal di bawah mil 1. Dilihatdari fungsinya, akuntansi diartikan sebagai .... a. suatu alat untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan b. suatu aktivitas penyediaan data keuangan perusahaan yang penting bagi pihak-pihak yang memerlukan c. rangkaian kegiatan yang meliputi pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan d. kumpulan catatan mengenai transaksi keuangan yang terjadi pada periode tertentu e. ikhtisar keuangan sebagai pertanggungjawaban pimpinan perusahaan 2. Hasil akhir dari proses akuntansi adalah .... a. catatan mengenai transaksi yang terjadi pada suatu periods tertentu b. transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan selama satu periode c. keputusan pimpinan perusahaan d. catatan mengenai perubahan harta, hutang, modal perusahaan selama periode tertentu e. laporan keuangan dalam bentuk neraca, laporan laba/rugi, dan lain-lainnya 3. Akuntansi disebut sebagai bahasa dunia usaha karena .... a. perusahaan menggunakan akuntansi untuk mencatat usahanya b. kemajuan perusahaan digambarkan malalui akuntansi c. akuntansi digunakan untuk menentukan laba atau rugi d. akuntansi merupakan alat untuk menyampaikan informasi kepada mereka yang berkepentingan e. akuntansi merupakan pencatatan seluruh transaksi keuangan 4. Bidang akuntansi yang kegiatannya menetapkan rencana operasi keuangan untuk periode tertentu dengan membandingkan hasil operasi dari rencana yang telah ditetapkan adalah .... a. akuntansi keuangan d. akuntansi anggaran b. akuntansi biaya e. akuntansi pemerintah c. akuntansi perpajakan 5. Akuntan yang bertugas merencanakan sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan, dan menyusun anggaran mengenai masalah perpajakan dalam suatu perusahaan adalah .... a. akuntan publik d.akuntanswasta b. akuntan intern e. government accountant c. akuntan pemerintah Kunci Jawaban : 1b, 2e, 3d, 4a, 5b Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester : X / 1 Pertemuan Ke : 3 dan 4 Alokasi Waktu : 6 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Kompetensi Dasar : Mencatat transaksi dalam persamaan dasar akuntansi Indikator : * Transaksi keuangan teridentifikasi • Bentu persaman dasar akuntansi teridentifikasi • Transaksi dibukukan kedalam persamaan dasar akuntansi I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa Diharapkan dapat : a. Mencatat transaksi dalam persamaan dasar akuntansi b. Menyebutkan unsur – unsur laporan keuangan c. Meyebutkan pengertian akuntansi d. menjelaskan pengertian dari harta, utang dan modal e. mengidentifikasi bentuk persamaan dasar akuntansi II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN  Pengertian dan penggunaan persamaan dasar akuntansi  Unsur laporan keuangan  Pengertian tentang harta, hutang dan modal : III. PEMBENTUKAN NILAI – NILAI KEBANGSAAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab IV. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Diskusi Kelompok  Praktek IV. Kegiatan Pembelajaran PERTEMUAN KE 3 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar dan Indikator yang akan dipelajari. B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi Guru memberikan penjelasan tentang :  Pengertian dan penggunaan persamaan dasar akuntansi  Unsur laporan keuangan  Pengertian tentang harta, hutang dan modal :  Bentuk –bentuk persamaan dasar akuntansi  Pencatatan transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku – buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan Umpan Balik atas pertanyaan dari Siswa  Menegaskan pemahaman tentang persamaan dasar akuntansi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhr ( Penutup 15 Menit )  Membuat resume / rangkuman secara bersama – sama tentang bahasan :  Pengertian dan penggunaan persamaan dasar akuntansi  Unsur laporan keuangan  Pengertian tentang harta, hutang dan modal :  Penugasan / observasi  Mengadakan post test PERTEMUAN KE 4 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar dan Indikator yang akan dipelajari.  Memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mempelajari Akuntansi dalam kehidupan sehari – hari.  Mengarahkan siswa cara mempelajari materi Persamaan Dasar Akuntansi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang : a.Bentuk – bentuk persamaan dasar akuntansi b.Pencatatan transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku – buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan Umpan Balik atas pertanyaan dari Siswa  Menegaskan pemahaman tentang persamaan dasar akuntansi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 Menit )  Membuat resume / rangkuman secara bersama – sama tentang bahasan :  Bentuk –bentuk persamaan dasar akuntansi  Pencatatan transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi  Mengadakan latihan / evaluasi  Mengadakan latihan / evaluasi  Penugasan / observasi  Mengadakan post test V. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Laptop  Format / Dokumen yang diperlukan  LCD ( Fokus ) B.Sumber :  Buku modul  Buku sumber yang relevan VI. Penilaian  Test Tetulis Buatlah persamaan dasar akuntansinya dari data yang terdapat dibawah ini ! Pada tanggal 1 Juli 2008, Ny. Winda memutuskan mendirikan usaha "Salon Winda". Transaksi yang terjadi selama bulan Juli 2008 adalah sebagai berikut. 1 Juli 2 Juli 5 Juli 8 Juli lOJuli 15 Juli 20 Juli 25 Juli 30 Juli 31 Juli 31 Juli Ny. Winda menanamkan uangnya ke salon Rp20.000.000,00. Dibayar sewa gedung selama 1 tahun sebesar Rp3.000.000,00. Dibeli peralatan Rp2.500.000,00 secara kredit. Dibeli perlengkapan Rp750.000,00 baru dibayar Rp250.000,00 sisanya dibayar 2 minggu yang akan datang. Jumlah pendapatan sampai hari ini yang diterima tunai Rp750.000,00 sedangkan yang Rp 1.500.000,00 masih berupa tagihan. Dibayar utang atas pembelian peralatan tanggal 5 Juli yang lalu sebesar Rp500.000,00. Diterima tagihan dari debitur Rp250.000,00. Ny. Winda mengambil untuk kepentingan pribadi Rp500.000,00. Dibayar gaji pegawai Rp500.000,00. Jumlah pendapatan sampai hari ini yang diterima tunai sebesar Rp1.500.000,00 sedangkan yang masih berupa tagihan Rp2.500.000,00. a. Perlengkapan yang masih ada di gudang Rp500.000,00. ( saldo ) b. Penyusutan peralatan salon untuk bulan ini sebesar Rp 50.000,00. c. Beban sewa untuk bulan ini sebesar Rp 250.000,00. Catatlah transaksi tersebut ke dalam persamaan dasar akuntansi. lawab: No. Aktiva Kewajiban Ekuitas Keterangan Kas Piutang Dagang Perlengkapan Peralatan Akumulasi Penyusutan Peralatan Utang Dagang Modal Ny. Winda 1. 20.000.000 20.000.000 Setoran modal Ny. Winda 2. (3.000.000) ( 3.000.000 ) Beban sewa setahun 17.000.000 17.000.000. saldo 3. 2.500.000 2.500.000 Dibeli peralatan kredit 17.000.000 2.500.000 2.500.000 17.000.000 saldo 4. (250.000) 750.000 500.000 Dibeli perlengkapan tunai, kredit 16.750.000 750.000 2.500.000 3.000.000 17.000.000 saldo 5. 750.000 1.500.000 2.250.000 Pendapatan 17.500.000 1.500.000 750.000 2.500.000 3.000.000 19.250.000 saldo 6. (500.000) (500.000) Dibayar utang Pembelian 17.000.000 1.500.000 750.000 2.500.000 2.500.000 19.250.000 saldo 7. 250.000 (250.000) Diterima tagihan 17.250.000 1.250.000 750.000 2.500.000 2.500.000 19.250.000 saldo 8. (500.000 ) ( 500.000 ) Pengambilan pribadi (pr/ve) 16.750.000 1.250.000 750.000 2.500.000 2.500.000 18.750.000 saldo 9. (500.000 ) ( 500.000 ) Beban gaji 16.250.000 1.250.000 750.000 2.500.000 2.500.000 18.250.000 10. 1.500.000,00 2.500.000 4.000.000 Pendapatan 17.750.000 3.750.000 750.000 2.500.000 2.500.000 22.250.000 11. a (250.000) (250.000 ) Beban perlengkapan 17.750.000 3.750.000 500.000 2.500.000 2.500.000 22.000.000 saldo b. ( 50.000) ) ( 50.000 ) ) Penyusutan peralatan 17.750.000 3.750.000 500.000 2.500.000 ( 50.000) 2.500.000 21.950.000 saldo c. ( 250.000 ) ( 250.000 ) Beban sewa 17.500.000 3.750.000 500.000 2.500.000 ( 50.000) 2.500.000 21.700.000  Fortofolio  Praktek Langsung Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester : X/ 1 Pertemuan Ke : 5 dan 6 Alokasi Waktu : 6 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengerjakan Persamaan dasar akuntansi Kompetensi Dasar : Menyusun laporan keuangan dari persamaan dasar akuntansi. Indikator : * Harta, utang dan modal telah dikelompokan * Laporan keuangan tersusun I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa diharapkan dapat : a. Menyusun laporan keuangan dari persamaan dasar akuntansi. b. Meringkas transaksi dalam laporan keuangan II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN  Pengertian laporan keuangan  Format laporan keuangan  Jenis laporan keuangan III. PEMBENTUKAN NILAI – NILAI KEBANGSAAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab IV. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Praktek V. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke 5 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari persamaan dasar akuntansi  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang laporan keuangan  Mengarahkan siswa cara mempelajari laporan keuangan B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Menyusun laporan keuangan dari persamaan dasar akuntansi. b. Meringkas transaksi dalam laporan keuangan B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman tentang laporan keuangan  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 1. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Menyusun laporan keuangan dari persamaan dasar akuntansi. b. Meringkas transaksi dalam laporan keuangan Pertemuan Ke 6 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari Laporan Keuangan  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang laporan keuangan  Mengarahkan siswa cara mempelajari laporan keuangan B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: c. Menyusun laporan keuangan dari persamaan dasar akuntansi. d. Meringkas transaksi dalam laporan keuangan e. B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman tentang laporan keuangan  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 2. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Menyusun laporan keuangan dari persamaan dasar akuntansi. b. Meringkas transaksi dalam laporan keuangan VI. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Format / Dokumen yang diperlukan  Laptop  LCD ( Focus ) B.Sumber :  Buku modul ( Modul Akuntansi 1A, Penerbit Erlangga )  Buku sumber yang relevan VII. Penilaian  Test Tetulis  Praktek Langsung Buatlah laporan keuangan dari data yang ada dibawah ini : No. Aktiva Kewajiban Ekuitas Keterangan Kas Piutang Dagang Perlengkapan Peralatan Akumulasi Penyusutan Peralatan Utang Dagang Modal Ny. Winda 1. 20.000.000 20.000.000 Setoran modal Ny. Winda 2. (3.000.000) ( 3.000.000 ) Beban sewa setahun 17.000.000 17.000.000. saldo 3. 2.500.000 2.500.000 Dibeli peralatan kredit 17.000.000 2.500.000 2.500.000 17.000.000 saldo 4. (250.000) 750.000 500.000 Dibeli perlengkapan tunai, kredit 16.750.000 750.000 2.500.000 3.000.000 17.000.000 saldo 5. 750.000 1.500.000 2.250.000 Pendapatan 17.500.000 1.500.000 750.000 2.500.000 3.000.000 19.250.000 saldo 6. (500.000) (500.000) Dibayar utang Pembelian 17.000.000 1.500.000 750.000 2.500.000 2.500.000 19.250.000 saldo 7. 250.000 (250.000) Diterima tagihan 17.250.000 1.250.000 750.000 2.500.000 2.500.000 19.250.000 saldo 8. (500.000 ) ( 500.000 ) Pengambilan pribadi (pr/ve) 16.750.000 1.250.000 750.000 2.500.000 2.500.000 18.750.000 saldo 9. (500.000 ) ( 500.000 ) Beban gaji 16.250.000 1.250.000 750.000 2.500.000 2.500.000 18.250.000 10. 1.500.000,00 2.500.000 4.000.000 Pendapatan 17.750.000 3.750.000 750.000 2.500.000 2.500.000 22.250.000 11. a (250.000) (250.000 ) Beban perlengkapan 17.750.000 3.750.000 500.000 2.500.000 2.500.000 22.000.000 saldo b. ( 50.000) ) ( 50.000 ) ) Penyusutan peralatan 17.750.000 3.750.000 500.000 2.500.000 ( 50.000) 2.500.000 21.950.000 saldo c. ( 250.000 ) ( 250.000 ) Beban sewa 17.500.000 3.750.000 500.000 2.500.000 ( 50.000) 2.500.000 21.700.000 Jawab : Rugi Laba SALON WINDA RUGI / LABA PERIODE JULI 2000 PENDAPATAN Rp. 6.250.000. BEBAN :  BEBAN SEWA Rp. 3.000.000  BEBAN GAJI Rp. 500.000  BEBAN SEWA Rp. 250.000  BEBAN PERLENGKAPAN Rp. 250.000  BEBAN PENY PERALATAN Rp. 50.000 JUMLAH BEBAN USAHA Rp. 4.050.000. LABA BERSIH Rp.2.200.000. LAPORAN PERUBAHAN MODAL SALON WINDA LAP. PERUBAHAN MODAL PERIODE JULI 2000 MODAL AWAL PENAMBAHAN MODAL LABA PRIVE PENAMBAHAN MODAL 2.200.000,00 (500.000,00) 20.000.000,00 1.700.000,00 NERACA NERACA SALON WINDA PERIODE JULI 2000 Aktiva Kewajiban dan Equitas Aktiva Lancar  Ks Rp. 17.500.000  Piutang dagang Rp. 3.750.000  Perlengkapan Rp. 500.000 Aktiva Tetap  Peralatan Rp. 2.500.000  Akm Peny ( Rp. 50.000 )  Rp. 2.450.000  Total Aktiva Rp. 24.200.000 Utang Jangka Pendek Utang Dagang Rp. 2.500.000 Equitas Modal Pemilik Rp. 21.700.000 Total Pasiva Rp. 24.200.000 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester X / 1 Pertemuan Ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 6 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengelola bukti transaksi Kompetensi Dasar : Menyiapkan bukti transaksi keuangan Indikator : * Peralatan yang dibutuhkan untuk menyiapkan bukti transaksi tersedia. * Bukti transaksi keuangan yang diperlukan tersedia I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa diharapkan dapat : a. Menyiapkan bukti transaksi keuangan b. Menyebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk menyiapkan bukti transaksi keuangan c. Mengelompokan bukti transaksi d. Menyiapkan bukti transaksi II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN ( Materi Pokok )  Peralatan yang dibutuhkan untuk menyiapkan bukti transaksi  Bukti transaksi keuangan tersedia III. PEMBETUKAN NILAI – NILAI KEBANGSAAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab IV. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Diskusi Kelompok  Praktek V. LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Ke 1 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan bukti transaksi  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang macam macam bukti transaksi  Mengarahkan siswa cara mempelajari bukti transaksi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Bentuk bentuk bukti transaksi. b. Bagaimana menyiapkan bukti transaksi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman tentang bukti transaksi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 3. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. bentuk bentuk bukti transaksi. b. bagaimana menyiapkan bukti transaksi Pertemuan Ke 2 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari pengelompokan bukti transaksi  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang pengelompokan bukti transaksi  Mengarahkan siswa cara mempelajari pengelompokan bukti transaksi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Mengelompokan bukti transaksi b. Menyiapkan bukti transaksi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman tentang bukti transaksi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 4. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Mengelompokan bukti transaksi b. Menyiapkan bukti transaksi VI. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Format / Dokumen yang diperlukan  Laptop  LCD ( Focus ) B.Sumber :  Buku modul ( Modul Akuntansi 1A, Penerbit Erlangga )  Buku sumber yang relevan VII. Penilaian  Test Tetulis  Praktek Langsung  Pllihlah jawaban yang paling tepat untuk soal-soal di bawah in 1. Yang dimaksud transaksi perusahaan adalah .... a.seluruh kejadian di perusahaan b.seluruh kejadian dengan pihak ketiga c.seluruh kejadian yang berpengaruh pada pendapatan d.seluruh kejadian yang berpengaruh pada aktiva e.seluruh kejadian yang dapat diukur dengan uang 2. Bukti transaksi dari pengeluaran uang sebesar Rp1 .500.000,00 untuk membayar sewa ruangan disebut .... a. kuitansi d. nota debet b.cek e. nota kredit c. bilyet Giro 3. Surat perintah kepada bank dari orang yang menandatangani untuk membayar sejumlah uang yang tertulis dalam cek untuk orang yang membawanya disebut .... a. kuitansi d. nota debet b. cek e. nota kredit c. bilyet Giro 4. Surat perintah pemindahbukuan dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan, untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima pada bank yang sama atau bank lain disebut .... a. kuitansi ' d. nota debet e. nota kredit b. cek c. bilyet Giro 5. Bukti transaksi pembelian atau penjualan barang secara kredit, bersama-sama dengan barangnya adalah .... a. faktur d. nota kredit b. nota kontan e. nota memo c. nota debet Kunci Jawaban : 1. A , 2.A, 3.B, 4.C., 5.A. Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E t SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester : X / 1 Pertemuan Ke : 3 - 6 Alokasi Waktu : 6 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengelola bukti transaksi Kompetensi Dasar : Menganalisa bukti transaksi keuangan Menyimpan bukti transaksi Indikator : * Kegunaan analisa transaksi disebutkan *. Peralatan yang dibutuhkan untuk penyimpanan bukti transaksi tersedia *. Tehnik penyimpanan bukti transaksi keuangan diterapkan I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa diharapkan dapat : a. Menganalisa bukti transaksi b. Menentukan jumlah yang di debet dan dikredit c. Menyiapkan bukti – bukti transaksi d. Menyebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk penyimpanan bukti transaksi keuangan. e. Menerapkan tehnik penyimpanan bukti transaksi II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN a. Menganalisa bukti transaksi b. Menentukan jumlah yang di debet dan dikredit c. Menyiapkan bukti – bukti transaksi d. Menyebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk penyimpanan bukti transaksi keuangan. e. Menerapkan tehnik penyimpanan bukti transaksi III. PEMBENTUKAN NILAI – NILAI KEBANGSAAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab IV. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Diskusi Kelompok  Praktek V. LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Ke 3 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari penganalisaan bukti transaksi  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang penganalisaan buktin transaksi  Mengarahkan siswa cara mempelajari pengganalisaan bukti transaksi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Menganalisa bukti transaksi b. Menentukan jumlah yang didebet dan dikredit B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman penganalisaan bukti transaksi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 5. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Mengenalisa bukti transaksi b. Menentukan jumlah yang didebebt dan dikredit. Pertemuan Ke 4 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari penyiapan bukti transaksi  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang penyiapan bukti transaksi  Mengarahkan siswa cara mempelajari penyiapan bukti transaksi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Mengelompokan bukti transaksi b. Menyiapkan bukti transaksi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman tentang bukti transaksi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 6. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Mengelompokan bukti transaksi b. Menyiapkan bukti transaksi Pertemuan Ke 5 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari pengelompokan bukti transaksi  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang pengelompokan bukti transaksi  Mengarahkan siswa cara mempelajari pengelompokan bukti transaksi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Mengelompokan bukti transaksi b. Menyiapkan bukti transaksi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman tentang bukti transaksi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 7. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Mengelompokan bukti transaksi b. Menyiapkan bukti transaksi Pertemuan Ke 6 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit ) ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari penyimpanan bukti transaksi  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang penyimpanan bukti transaksi  Mengarahkan siswa cara mempelajari penyimpanan transaksi B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Menyebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk penyimpanan bukti transaksi keuangan. b. Menerapkan tehnik penyimpanan bukti transaksi B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman tentang bukti transaksi  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit )  Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Menyebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk penyimpanan bukti transaksi keuangan. b. Menerapkan tehnik penyimpanan bukti transaksi VI. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Format / Dokumen yang diperlukan  Laptop  LCD ( Focus ) B.Sumber :  Buku modul ( Modul Akuntansi 1A, Penerbit Erlangga )  Buku sumber yang relevan  VII. Penilaian  Test Tetulis  Fortofolio  Praktek Langsung Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar! 1. Jelaskan yang dimaksud dengan transaksi keuangan! 2. Jelaskan yang dimaksud dengan bukti transaksi intern! 3. Jelaskan yang dimaksud dengan bukti transaksi ekstern! 4. Jelaskan yang dimaksud dengan faktur! 5. Jelaskan perbedaan antara nota debet dan nota kredit! Jawab : 1. Transaksi keuangan adalah semua kejadian yang terjadi didalam suatu perusahaan yang bisa mempengaruhi posisi keuangan perusahaan atau mempengaruhi posisi harta, utang dan modal perushaan dan mempunyai nilai nominal. 2. Bukti transaksi intern adalah bukti transaksi yang berasal dari dalam perusahaan sendiri atau yang terjadi didalam perusahaan tersebut. 3. Bukti transaksi ekstern adalah bukti transaksi yang berkaitan dengan pihak ketiga atau pihak luar perusahaan karena adanya transaksi yang berhubungan pihak luar. 4. faktur adalah bukti transaksi yang terjadi karena adanya transaksi pembalian yang dilakukan dengan kredit. 5. Perbedaan anatar Nota debet Dan nota Kredit. Nota debet adalah bukti transaksi keuangan yang terjadi akibat adanya pembelian yang dilakukan dengan kredit kemudian barang yang dibeli dikembalikan sebagian karena ada yang rusak atau tidak sesuai dengan pesanan . Nota Kredit adalah bukti transaksi keuangan yang terjadi akibat adanya pengembalian barang yang di jual kepada konsumen karena mungkin adanya kerusakan atau tidak sesuai dengan pesanan. Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester : X / 1 Pertemuan Ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu :10 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengelola buku jurnal Kompetensi Dasar : Menyiapkan kartu pengelolaan buku jurnal Indikator : * Peralatan yang dibutuhkan untuk pengeloaan jurnal tersedia *. Data transaksi yang diperlukan tersedia *. Data transaksi di identifikasi I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa diharapkan dapat: a. Mempersiapkan pengelolaan buku jurnal secara teliti dan lengkap b. Menyebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolaan jurnal. c. Mengidentifikasi data transaksi d. Menyiapkan pengelolaan buku jurnal II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN  Pengelolaan Buku Jurnal III. PEMBENTUKAN NILAI – NILAI KEBANGSAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab III. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Diskusi Kelompok  Praktek IV. LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Ke 1 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari pengelolaan buku jurnal  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang pengelolaan buku jurnal  Mengarahkan siswa cara mempelajari pengelolaan buku jurnal B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. pengeloaan buku jurnal B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman pengelolaan buku jurnal  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 8. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Pengelolaan buku jurnal Pertemuan Ke 2 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari pengelolaan buku jurnal  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang pengelolaan buku jurnal  Mengarahkan siswa cara mempelajari pengelolaan buku jurnal B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. pengeloaan buku jurnal B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman pengelolaan buku jurnal  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Pengelolaan buku jurnal V. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Laptop  Format / Dokumen yang diperlukan  LCD ( Fokus ) B.Sumber :  Buku modul Akuntansi 1A ( Erlangga )  Buku sumber yang relevan VI. Penilaian  Test Tetulis  Fortofolio  Praktek Langsung a. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk soal-soal di bawah ini! a. Perlengkapan Kantor Rp. 250.000 Utang Dagang Rp. 250.000 b. Perlengkapan Kantor Rp. 250.000 Kas Rp. 250.000 c. Perlengkapan Kantor Rp. 250.000 Beban Perlengkapan Rp. 250.000 d. Beban Perlengkapan Rp. 250.000 Perlengkapan Rp. 250.000 e. Beban Perlengkapan Rp. 250.000 Kas Rp. 250.000 1. Pada tanggal 8 Juni 2007 dibeli perlengkapan kantor Rp250.000,00 secara kredit. Jurnal dari transaksi tersebut adalah ... 2. Tanggal 2 Januari 2008 dibayar sewa untuk satu tahun Rp3.000.000,00. Jurnal dari transaksi tersebut adalah .... a. Sewa Dibayar di Muka Rp 3.000.000,00 Kas Rp 3.000.000,00 b. Sewa Dibayar di Muka Rp. 3.000.000,00 Beban Sewa Rp. 3.000.000,00 c. Beban Sewa Rp. 3.000.000,00 Sewa Dibayar di Muka Rp. 3.000.000,00 d. Sewa Dibayar di Muka Rp. 3.000.000,00 Utang Dagang Rp. 3.000.000,00 e. Beban Sewa Rp. 3.000.000,00 Utang Dagang Rp. 3.000.000.00 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester : X / 1 Pertemuan Ke : 3 dan 4 Alokasi Waktu : 16 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengelola buku jurnal Kompetensi Dasar : Melakukan pencatatan transaksi dalam jurnal Indikator : * Akun – akun yang akan didebit dan dikredit teridentifikasi • Buku jurnal yang diperlukan untuk pencatatan transaksi teridentifikasi • Transaksi tercatat dalam buku jurnal yang tepat dan dalam jumlah yang benar. I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa diharapkan dapat a. Melakukan pencatatan transaksi dalam jurnal dilakukan dengan teliti dan rapi b. Menerapkan prinsip teknik pengkodean akun.. c. Membedakan jurnal umum dan jurnal khusus d. Melakukan pencatatan transaksi dalam jurnal. II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN  Mencatat transaksi dalam jurnal  MenerapkanTehnik pengkodean  Membedakan Jurnal umum dan jurnal khusus III. PEMBENTUKAN NILAI – NILAI KEBANGSAAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab IV. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Diskusi Kelompok  Praktek V. LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Ke 3 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang pencatatan transaksi dalam jurnal  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang pencatatan transaksi dalam jurnal  Mengarahkan siswa cara mempelajari pencatatan transaksi dalam jurnal B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. pencatatan transaksi dalam jurnal b. Pengkodean akun dalam jurnal B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman pencatatan transaksi dalam jurnal  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Pencatatan transaksi dalam jurnal b. Membuat kode akun dalam jurnal. Pertemuan Ke 4 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan mepelajari jurnal umum dan khusus serta melakukan pencatatan jurnal  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang jurnal umum dan khusus serta melakukan pencatatan jurnal  Mengarahkan siswa cara mempelajari jurnal umum dan khusus serta melakukan pencatatan jurnal B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) ( 60 menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Jurnal umum dan jurnal khusus b. Transaksi dicatat dalam jurnal B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman pencatatan transaksi dalam jurnal  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) 9. Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Perbedaan Jurnal umum dan khusus b. Melakiukan pencatatan transaksi dalam jurnal umum. VI. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Laptop  Format / Dokumen yang diperlukan  LCD ( Fokus) B.Sumber :  Buku modul Siklus Akuntansi 1A  Buku sumber yang relevan VII. Penilaian  Test Tetulis  Fortofolio  Praktek Langsung Soal latihan : Pada tanggal 1 Agustus 2008, Jn. Candra mendirikan biro jasa mengetik/rental, dengan nama "Mitra Widya". Transaksi yang terjadi selama Agustus 2008, antara lain: Agst 2 : Tn. Candra menginvestasikan sebagai modal awalnya: - Uang tunai Rp20.000.000,00 - Peralatan Rp15.000.000,00 Agst 5 : Dibayar uang sewa gedung untuk 2 tahun Rp6.000.000,00. Agst 7 : Dibeli perlengkapan Rp750.000,00 tunai dan peralatan Rp2.500.000,00 secara kredit. Agst 10 : Diselesaikan pekerjaan Rp750.000,00 diterima tunai dan sisanya Rp1.250.000,00 telahdifakturkan untuk ditagih dan dibukukan sebagai pendapatan. Agst 12 : Dibeli tambahan perlengkapan Rp750.000,00 tunai Agst 16 : Diterima tunai jasa pengetikan Rp750.000,00 dan sewa komputer Rp750.000,00. Agst 20 : Telah diselesaikan pekerjaan sebesar RpSOO.000,00, telah dikirim kepada pemesan, pembayaran seminggu setelah pengiriman. Agst 22 : Dibayar utang atas pembelran peralatan Rp500.000,00. Agst 25 : Diterima pembayaran sebagian tagihan dari debitur Rp5OO.000,00. Agst 27 : Diterima tagihan dari langganan yang pekerjaannya telah dikirim seminggu yang lalu sebesar Rp800.000,00. Agst 30 : Dibayar gaji pegawai Rp750.000,00. Agst 31 : Penyusutan peralatan untuk bulan ini diperhitungkan RplOO.000,00, beban sewa kantor Rp250.000,00, pemakaian perlengkapan Rp200.000,00. Buatlah jurnal umum kemudian buat rekapitulasinya! Akun-akun yang dibuka: Tanggai Keterangan Ref Debet Kredit 2008 Agst 2 Kas Peralatan Modal Tn. Candra 111 121 311 Rp 20.000.000,00 Rp 15.000.000,00 Rp 35.000.000,00 5 Sewa Dibayar di Muka Kas 113 111 Rp 6.000.000,00 Rp 6.000.000,00 7 Perlengkapan Kas (dibeli tunai) Peralatan Utang Dagang 114 111 121 211 Rp 750.000,00 Rp 750.000,00 Rp 2.500.000,00 Rp 2.500.000,00 10 Kas Piutang Dagang Pendapatan 111 112 411 Rp 750.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 2.000.000,00 12 Perlengkapan Kas 114 111 Rp 750.000,00 Rp 750.000,00 16 Kas Pendapatan 111 411 Rp 1.500.000,00 Rp 1 .500.000,00 20 Piutang Dagang Pendapatan 112 411 Rp 800.000,00 Rp 800.000,00 22 Utang Dagang Kas 211 111 Rp 500.000,00 Rp 500.000,00 Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester : X / 1 Pertemuan Ke : 5 dan 6 Alokasi Waktu : 10 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengelola buku jurnal Kompetensi Dasar : Melakukan rekapitulasi jurnal Indikator : * Jumlah debit dan kredit pada buku jurnal tersajikan dalam jumlah angka yang sama • Rekapitlasi untuk setiap akun tersajikan sesuai dengan format yang telah ditetapkan I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa diharapkan dapat a. Mengikhtisarkan rekapitulasi jurnal a. Melakukan rekapitulasi jurnal II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN  Rekapitulasi jurnal III. PEMBENTUKAN NILAI – NILAI KEBANGSAAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab IV. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Diskusi Kelompok  Praktek IV. LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Ke 5 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang rekapitulasi jurnal  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang rekapitulasi jurnal  Mengarahkan siswa cara mempelajari rekapitulasi jurnal B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Membuat rekapitulasi jurnal B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman rekapitulasi jurnal  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Rekapitulasi jurnal Pertemuan Ke 6 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang rekapitulasi jurnal  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang rekapitulasi jurnal  Mengarahkan siswa cara mempelajari rekapitulasi jurnal B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Membuat rekapitulasi jurnal B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman rekapitulasi jurnal  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : *. Rekapitulasi jurnal V. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Laptop  Format / Dokumen yang diperlukan  LCD ( Fokus ) B. Sumber :  Buku modul ( buku siklus akuntansi 1A, Erlangga )  Buku sumber yang relevan VI. Penilaian  Test Tetulis  Fortofolio  Praktek Langsung Contoh soal Terlampir Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat Hj. Sutami, S.Pd Abdul, S.E SMK KEMALA BHAYANGKARI DELOG JL. Ampera Raya, Komplek POLRI Ragunan, Ps. Minggu Jakarta Selatan Tlp. 021 – 788 44 934 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Produktif Akuntansi Kelas / Smester : X/ 2 Pertemuan Ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 6 jam x 45 menit Standar Kompetensi : Mengelola buku besar Kompetensi Dasar : Mempersiapkan pengelolaan buku besar Indikator : * Peralatan yang dibutuhkan untuk pengeloaan buku besar tersedia *. Buku besar yang diperlukan tersedia *. Rekapitulasi jurnal tersedia *. Bukti –bukti transaksi tersedia I. TUJUAN PEMBELAJARAN : Siswa diharapkan dapat a. Menyebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolaan buku besardan pembantu b. Menjelaskan bentuk – bentuk buku besar dan buku pembantu c. Mempersiapkan pengelolaan buku besar II. MATERI POKOK PEMBELAJARAN  Peralatan yang dibutuhkan untuk pengelolan buku besar dan buku pembantu.  Bentuk – bentuk buku besar dan buku pembantu III. PEMBENTUKAN NILAI - NILAI KEBANGSAAN  Rasa Ingin Tahu  Kerja Keras  Jujur  Kerja Sama  Disiplin  Mandiri  Kreatif  Tanggung Jawab IV. METODE PEMBELAJARAN  Ceramah  Penugasan  Tanya Jawab  Diskusi Kelompok  Praktek V. LANGKAH - LANGKAH PEMBELAJARAN PERTEMUAN KE 1 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan pengelolaan buku besar  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang pengelolaan buku besar  Mengarahkan siswa cara mempelajari pengelolaan buku besar B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Pengelolaan buku besar b. Peralatan yang dibutuhkan dalam pengelolaan buku besar B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman pengelolaan buku besar  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) C.1 Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Pengelolaan buku besar b. Perlatan dalam pengelolaan buku besar PERTEMUAN KE 2 A. Kegiatan Awal ( 15 Menit )  Memeriksa kesiapan siswa dan kehadiran siswa  Menginformasikan kepada siswa tentang SK, KD dan Indikator yang akan dipelajari  Memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang kegunaan pengelolaan buku besar  Melakukan apresepsi dengan menyampaikan pengantar singkat tentang pengelolaan buku besar  Mengarahkan siswa cara mempelajari pengelolaan buku besar B. Kegiatan Inti ( 60 Menit ) B.1. Eksplorasi  Guru memberikan penjelasan tentang: a. Reakpitulasi jurnal b. Bukti transaksi c. Buku pembantu B.2. Elaborasi  Siswa membaca buku buku yang sesuai dengan materi  Siswa mendiskusikan tugas / materi  Siswa bertanya kepada guru B.3. Konfirmasi  Memberikan umpan balik atas pertanyaan dari siswa  Menegaskan pemahaman pengelolaan buku besar  Menegaskan jawaban soal – soal latihan C. Kegiatan Akhir ( Penutup 15 menit ) C.1 Membuat resume / rangkuman secara bersama sama tentang : a. Reakpitulasi jurnal b. Bukti transaksi c. Buku pembantu VI. Alat Dan Sumber Belajar A. Alat ;  Alat tulis kantor  Format / Dokumen yang diperlukan  LCD ( Fokus ) B.Sumber :  Buku modul  Buku sumber yang relevan VII. Penilaian  Test Tetulis  Fortofolio  Praktek Langsung Contoh soal terlampir Jakarta, 1 Agustus 2011 Mengetahui, Kepala Sekolah SMK K Bhayangkari Delog Guru Mata Diklat

RPP KARAKTER BANGSA

RPP KARAKTER BANGSA 2011